Bagaimana Cara Membuat Content Mapping yang Efektif?
![]() |
Bagaimana Cara Membuat Content Mapping yang Efektif |
Content mapping adalah suatu perencanaan agar dapat membantu konten sesuai dengan target user serta waktu yang tepat. Content mapping dapat membantu Anda menjalankan content marketing yang lebih terarah sesuai dengan niche bisnis yang dijalankan.
Dalam dunia digital marketing, content mapping termasuk ke dalam salah satu proses awal yang harus dapat dirumuskan terlebih dahulu sebelum menjalankan strategi tertentu. Hal ini wajar mengingat content mapping dapat memberikan Anda langkah-langkah sistematis.
Dalam proses perumusan content mapping, Anda juga akan berkenalan dengan istilah keyword mapping. Sama seperti content mapping, keyword mapping adalah peta kata kunci dengan tujuan menjadikan website lebih terstruktur, mulai dari main keyword hingga varian keyword.
Jika dipahami sekilas, keyword mapping dan content mapping hampir mirip. Yang menjadi pembeda adalah content mapping berisi topik konten lengkap dan bukan hanya sekadar kata kunci saja.
Baca Juga: Apa itu Content Mapping? Pelajari Kelebihan dan Kekurangannya di Sini
Dari penjelasan di atas, Anda pasti jadi mengerti peran penting dari content mapping terutama untuk digital marketing. Secara umum, kita dapat memahami manfaat content mapping sebagai berikut:
- Menjadikan konten lebih terarah dan strategis.
- Meningkatkan relevansi konten dengan audiens.
- Mendukung konversi yang lebih optimal.
- Memudahkan perencanaan editorial.
- Mengurangi produksi konten yang topiknya melebar dari niche utama.
Setelah mengetahui tentang apa itu content mapping dan manfaatnya, beberapa dari Anda pasti penasaran tentang bagaimana cara membuat content mapping yang baik dan efektif. Tenang saja, di dalam artikel ini admin akan menjelaskannya lengkap.
Penasaran? Silakan simak baik-baik artikel ini ya!
Cara Membuat Content Mapping yang Efektif
Agar lebih mudah dipahami, di sini admin akan berandai-andai bahwa Anda adalah SEO Content Planner Freelance. Anda mendapatkan klien pebisnis sepeda yang memiliki website tersendiri untuk dioptimalkan.
Agar lebih mudah, kita panggil saja pebisnis ini dengan nama Andriw.
Website yang dimiliki oleh Andriw ini, sudah memiliki banyak halaman produk. Yang Andriw inginkan adalah Anda yang dapat menjalankan strategi blog SEO friendly untuk mendukung halaman produk sepeda tersebut.
Adapun sepeda yang Andriw jual adalah sepeda anak-anak, remaja, serta dewasa. Andriw kurang lebih sudah menjalankan bisnis ini selama delapan tahun. Selama delapan tahun tersebut, toko sepeda Andriw sudah memiliki nama yang cukup dikenal.
Terlebih di pasar lokal, yakni daerah Pekanbaru, Riau. Selain menyediakan sepeda yang siap dijual, toko sepeda Andriw juga menerima pembelian sepeda bekas, dan bahkan menerima jasa service sepeda. Dari ketiga model bisnis ini, penjualan dan service menjadi yang paling populer.
Baca Juga: Rekomendasi 4 Website UGC Terbaik untuk Reciprocal Link
Ok, dari perandaian di atas, Anda sudah dapat memulai proses content mappingnya. Mari kita mulai dari langkah yang pertama, yakni menentukan terlebih dahulu siapa saja yang akan menjadi buyer persona toko sepeda Andriw.
1. Menentukan Buyer Persona untuk Toko Sepeda Andriw
Toko sepeda Andriw menjual sepeda anak-anak, remaja, dan dewasa. Dari sini kita dapat memahami bahwa penjualan toko sepeda Andriw tidak memiliki audiens yang spesifik pada generasi tertentu.
Selain itu, toko sepeda Andriw berada di Pekanbaru, Riau, yang artinya audiensnya bersifat lokal. Oleh sebab itu, proses perumusan demografi buyer persona dapat dilewatkan. Kita bisa lanjut merumuskan buyer persona dari aspek lain seperti hobi, tujuan, sumber informasi, dan pain point.
Orang-orang yang membeli sepeda, kemungkinan besar memiliki hobi berolahraga yang tinggi. Selain itu, ada juga yang ingin menjadikan kegiatan sepedaan bareng sebagai sarana bonding dengan keluarga. Dua hal ini sudah cukup menjadi data berharga di buyer persona Anda.
Tujuan orang-orang membeli sepeda, selain karena untuk berolahraga, juga karena sepeda dapat menjadi sarana rekreasi yang menyenangkan, alat transportasi yang efisien ramah lingkungan, tren atau gaya hidup, dan lain-lain.
Sumber informasi yang biasanya digunakan buyer persona pembeli sepeda adalah media sosial, Google, dan komunitas sepeda. Adapun pain points yang biasanya dialami oleh buyer persona pembeli sepeda yakni:
- Ingin mendapatkan sepeda berkualitas dengan harga yang tidak terlalu mahal.
- Kekhawatiran bahwa sepeda tidak bisa dijual kembali.
- Kesulitan mencari toko sepeda yang dapat memahami permasalahan sepeda dengan detail.
- Tidak bisanya pelanggan melakukan test ride.
- Ketidakpastian informasi online.
Informasi di atas bisa Anda dapatkan dari proses survei atau wawancara langsung dengan pemilik bisnis.
Dalam hal ini, admin sudah melakukan wawancara langsung dengan Pak Andriw, yang tidak lain dan tidak bukan adalah admin sendiri (admin mengkhayal saja punya toko sepeda sendiri, xixixi). Berikut ini adalah bentuk gambar buyer persona yang sudah kita dapatkan.
![]() |
Buyer Persona Toko Sepeda Andriw |
2. Membuat Customer Journey
Masih dengan contoh studi kasus yang sama, kita lanjut dengan memahami customer journey yang efektif. Di sini, admin akan menggunakan model customer journey yang dipopulerkan oleh Markplusinc.com. Model customer journey ini adalah 5A.
![]() |
Customer Journey Model 5A |
Apa itu customer journey 5A? Customer journey 5A adalah proses perjalanan bisnis dari customer yang meliputi lima aspek utama dimulai dari Awareness, Appeal, Ask, Act, dan Advocate.
Model customer journey ini admin pilih dikarenakan relevansinya dengan model bisnis toko sepeda Andriw. Dari sini, Anda dapat menentukan apa saja jenis konten yang nantinya akan diproduksi untuk website toko sepeda Andriw.
Adapun jenis kontennya antara lain adalah:
- Jenis dan Fungsi Sepeda,
- Spesifikasi Teknis,
- Harga Jual dan Beli Sepeda,
- Daftar Rekomendasi Sepeda,
- Garansi Sepeda,
- Testimoni Pelanggan Sebelumnya,
- Aksesoris Pendukung,
- Biaya Perawatan Sepeda,
- Desain Sepeda,
- Rekomendasi Track Sepeda,
- Tips Bersepeda,
- Komunitas Sepeda Aktif dan Sehat.
3. Menentukan Content Pillar dan Format Konten
Ok, kita sudah mendapatkan jenis-jenis konten yang dibutuhkan. Selanjutnya kita tentukan content pillarnya. Berdasarkan keterangan RevoUpedia, content pillar adalah topik utama yang akan dijadikan sebagai fondasi untuk keseluruhan strategi konten.
Content pillar dapat dibagi ke dalam empat jenis utama, yakni promotional, entertainment, educational, dan conversational. Berikut ini adalah masing-masing content pillar yang admin rumuskan untuk web toko sepeda Andriw lengkap dengan sub topiknya.
Promotional Content Pillar
Sub topik: Produk & Penawaran
- Jenis dan Fungsi Sepeda.
- Spesifikasi Teknis.
- Harga Jual Sepeda Baru.
- Harga Beli Sepeda Bekas.
- Daftar Rekomendasi Sepeda Terbaik.
- Garansi Sepeda.
Sub topik: Service & After Sales
- Jasa Service Sepeda Pekanbaru.
- Test Ride Sepeda Baru
- Estimasi Biaya Service.
- Promo Berkala
Sub topik: Aksesoris
- Aksesoris Pendukung: Helm, Lampu, dan Pelindung Siku dan Lutut, Kring-Kring Sepeda, Rem, dan Lain-lain.
Educational Content Pillar
Sub topik: Edukasi Pemilihan Sepeda
- Perbedaan Antara Jenis-Jenis Sepeda
- Cara Memilih Sepeda Sesuai Tinggi Badan
- Tips Membeli Sepeda Bekas Berkualitas
Sub topik: Edukasi Teknis
- Informasi Sistem Gear.
- Jenis Rem Sepeda dan Fungsinya.
- Cara Merawat Rantai dan Rem.
Sub topik: Edukasi Biaya & Nilai
- Biaya Perawatan Sepeda per Tahun
- Apakah Sepeda Bisa Dijual Kembali?
- Cara Mengetahui Harga Pasaran Sepeda Bekas
Sub topik: Edukasi Gaya Hidup
- Manfaat Bersepeda untuk Kesehatan
- Sepeda sebagai Transportasi Ramah Lingkungan
Entertainment Content Pillar
Sub topik: Lifestyle & Inspirasi
- Rekomendasi Track Sepeda di Pekanbaru
- Cerita Pembalap Sepeda Sukses Indonesia
- Tren Warna dan Desain Sepeda Tahun Ini
Sub topik: Komunitas
- Komunitas Sepeda Aktif dan Sehat di Pekanbaru
- Jadwal Gowes Bareng Mingguan
- Event Sepeda Lokal
Subtopik: Fun
- Kesalahan Pemula Saat Mulai Bersepeda
- Tipe-Tipe Orang Saat Gowes Pagi
- Meme Ringan Seputar Dunia Sepeda
Conversational Content Pillar
Sub topik: Testimoni & Social Proof
- Testimoni Pelanggan Sebelumnya
Sub topik: FAQ & Diskusi
- Tanya Jawab Seputar Sepeda
Lalu untuk format baku di setiap jenis kontennya, admin akan menggunakan outline atau template di bawah ini:
Template Konten Promotional: Maksimal 1000 Jumlah Kata
- Judul (Mengandung Keyword Utama)
- Opening (200-250 kata), terdapat keterangan mengenai pain point pelanggan.
- Heading 2: Penjelasan Produk/Layanan
Penjelasan 1 paragraf
- Heading 3: Kelebihan Produk atau Layanan yang Ditawarkan
Penjelasan 1 paragraf, diikuti bullet list poin penjelasan kelebihan.
- Heading 3: Detail Teknis Produk/Layanan
Penjelasan 2 paragraf
Heading 2: Harga Produk atau Layanan yang Ditawarkan
Penjelasan 1 paragraf, diikuti bullet list poin penjelasan harga produk atau layanan yang ditawarkan.
Heading 2: Testimoni Pelanggan Sebelumnya
Penjelasan 1 paragraf.
Heading 2: FAQ Seputar Konten
(Memuat satu pertanyaan tersurat dan dua tersirat).
Heading 2: Kesimpulan
(Memuat call to action datang ke toko sepeda Pekanbaru Andriw langsung, booking produk atau layanan segera!)
Lalu format konten untuk tiga jenis content pillar lainnya bersifat menyesuaikan, hanya saja tetap harus memuat bagian FAQ Seputar Konten dan Kesimpulan.
Setiap konten memberikan setidaknya satu internal link menuju domain website utama dengan anchor text: Toko Sepeda Pekanbaru Terbaik.
Anchor text inilah yang akan menjadi kata kunci utama yang akan ditargetkan untuk website toko sepeda Andriw. Perlu diketahui bahwa Google tidak hanya memahami website hanya dari keyword tertargetnya saja, tetapi juga dari topik yang dikembangkan.
4. Membuat Peta Konten
Langkah berikutnya yang harus Anda lakukan adalah dengan membuat peta konten. Berdasarkan proses sebelumnya, didapatkan ada empat konten pillar dengan 24 konten turunan dengan kata kunci utamanya adalah Toko Sepeda Pekanbaru Terbaik.
Di sini admin menggunakan web aplikasi Miro Mind Map, dan didapatkanlah hasil seperti ini:
5. Merumuskan Peta Konten ke dalam Spreadsheet
Langkah terakhir yang harus Anda lakukan adalah dengan merumuskan peta konten ke dalam spreadsheet. Langkah ini dimaksudkan sebagai alat monitoring pelaksanaan content mapping.
Content Mapping di Spreadsheet. Klik untuk Lihat |
Kesimpulan
![]() |
Infografis Naseonal Cara Membuat Content Mapping yang Efektif |
Inilah penjelasan lengkap tentang cara membuat content mapping yang efektif disertai dengan contoh studi kasusnya.
Akhir kata, admin Naseonal.com mengucapkan terima kasih kepada para pembaca karena sudah membaca "Bagaimana Cara Membuat Content Mapping yang Efektif?" sampai akhir.
Apabila Anda terbantu dengan penjelasan ini, admin berharap Anda juga dapat membagikannya kepada teman atau orang lain yang sekiranya membutuhkan.
![]() |
Share Konten IG Stories Naseonal |
"Silakan gunakan gambar di atas jika Anda berminat untuk share konten ini di Instagram Stories. Beritahu admin di kolom komentar apabila Anda sudah share konten di atas agar admin dapat melakukan hal yang sama untuk blog Anda".





Tidak ada komentar:
Tulis commentsBerikan komentar yang sopan dan jauh dari kata SARA