Minggu, 22 Februari 2026

Bagaimana Cara Membuat Content Mapping yang Efektif?

Naseonal.com - Bagaimana Cara Membuat Content Mapping yang Efektif

Bagaimana Cara Membuat Content Mapping yang Efektif

Content mapping adalah suatu perencanaan agar dapat membantu konten sesuai dengan target user serta waktu yang tepat. Content mapping dapat membantu Anda menjalankan content marketing yang lebih terarah sesuai dengan niche bisnis yang dijalankan.


Dalam dunia digital marketing, content mapping termasuk ke dalam salah satu proses awal yang harus dapat dirumuskan terlebih dahulu sebelum menjalankan strategi tertentu. Hal ini wajar mengingat content mapping dapat memberikan Anda langkah-langkah sistematis.


Dalam proses perumusan content mapping, Anda juga akan berkenalan dengan istilah keyword mapping. Sama seperti content mapping, keyword mapping adalah peta kata kunci dengan tujuan menjadikan website lebih terstruktur, mulai dari main keyword hingga varian keyword.


Jika dipahami sekilas, keyword mapping dan content mapping hampir mirip. Yang menjadi pembeda adalah content mapping berisi topik konten lengkap dan bukan hanya sekadar kata kunci saja.


Baca Juga: Apa itu Content Mapping? Pelajari Kelebihan dan Kekurangannya di Sini


Dari penjelasan di atas, Anda pasti jadi mengerti peran penting dari content mapping terutama untuk digital marketing. Secara umum, kita dapat memahami manfaat content mapping sebagai berikut:


- Menjadikan konten lebih terarah dan strategis.


- Meningkatkan relevansi konten dengan audiens.


- Mendukung konversi yang lebih optimal.


- Memudahkan perencanaan editorial.


- Mengurangi produksi konten yang topiknya melebar dari niche utama.


Setelah mengetahui tentang apa itu content mapping dan manfaatnya, beberapa dari Anda pasti penasaran tentang bagaimana cara membuat content mapping yang baik dan efektif. Tenang saja, di dalam artikel ini admin akan menjelaskannya lengkap.


Penasaran? Silakan simak baik-baik artikel ini ya!


Cara Membuat Content Mapping yang Efektif


Agar lebih mudah dipahami, di sini admin akan berandai-andai bahwa Anda adalah SEO Content Planner Freelance. Anda mendapatkan klien pebisnis sepeda yang memiliki website tersendiri untuk dioptimalkan.


Agar lebih mudah, kita panggil saja pebisnis ini dengan nama Andriw.


Website yang dimiliki oleh Andriw ini, sudah memiliki banyak halaman produk. Yang Andriw inginkan adalah Anda yang dapat menjalankan strategi blog SEO friendly untuk mendukung halaman produk sepeda tersebut.


Adapun sepeda yang Andriw jual adalah sepeda anak-anak, remaja, serta dewasa. Andriw kurang lebih sudah menjalankan bisnis ini selama delapan tahun. Selama delapan tahun tersebut, toko sepeda Andriw sudah memiliki nama yang cukup dikenal.


Terlebih di pasar lokal, yakni daerah Pekanbaru, Riau. Selain menyediakan sepeda yang siap dijual, toko sepeda Andriw juga menerima pembelian sepeda bekas, dan bahkan menerima jasa service sepeda. Dari ketiga model bisnis ini, penjualan dan service menjadi yang paling populer.


Baca Juga: Rekomendasi 4 Website UGC Terbaik untuk Reciprocal Link


Ok, dari perandaian di atas, Anda sudah dapat memulai proses content mappingnya. Mari kita mulai dari langkah yang pertama, yakni menentukan terlebih dahulu siapa saja yang akan menjadi buyer persona toko sepeda Andriw.


1. Menentukan Buyer Persona untuk Toko Sepeda Andriw


Toko sepeda Andriw menjual sepeda anak-anak, remaja, dan dewasa. Dari sini kita dapat memahami bahwa penjualan toko sepeda Andriw tidak memiliki audiens yang spesifik pada generasi tertentu.


Selain itu, toko sepeda Andriw berada di Pekanbaru, Riau, yang artinya audiensnya bersifat lokal. Oleh sebab itu, proses perumusan demografi buyer persona dapat dilewatkan. Kita bisa lanjut merumuskan buyer persona dari aspek lain seperti hobi, tujuan, sumber informasi, dan pain point.


Orang-orang yang membeli sepeda, kemungkinan besar memiliki hobi berolahraga yang tinggi. Selain itu, ada juga yang ingin menjadikan kegiatan sepedaan bareng sebagai sarana bonding dengan keluarga. Dua hal ini sudah cukup menjadi data berharga di buyer persona Anda.


Tujuan orang-orang membeli sepeda, selain karena untuk berolahraga, juga karena sepeda dapat menjadi sarana rekreasi yang menyenangkan, alat transportasi yang efisien ramah lingkungan, tren atau gaya hidup, dan lain-lain.


Sumber informasi yang biasanya digunakan buyer persona pembeli sepeda adalah media sosial, Google, dan komunitas sepeda. Adapun pain points yang biasanya dialami oleh buyer persona pembeli sepeda yakni:


- Ingin mendapatkan sepeda berkualitas dengan harga yang tidak terlalu mahal.


- Kekhawatiran bahwa sepeda tidak bisa dijual kembali.


- Kesulitan mencari toko sepeda yang dapat memahami permasalahan sepeda dengan detail.


- Tidak bisanya pelanggan melakukan test ride.


- Ketidakpastian informasi online.


Informasi di atas bisa Anda dapatkan dari proses survei atau wawancara langsung dengan pemilik bisnis.


Dalam hal ini, admin sudah melakukan wawancara langsung dengan Pak Andriw, yang tidak lain dan tidak bukan adalah admin sendiri (admin mengkhayal saja punya toko sepeda sendiri, xixixi). Berikut ini adalah bentuk gambar buyer persona yang sudah kita dapatkan.


Buyer Persona Toko Sepeda Andriw Cara Membuat Content Mapping Efektif

Buyer Persona Toko Sepeda Andriw


2. Membuat Customer Journey


Masih dengan contoh studi kasus yang sama, kita lanjut dengan memahami customer journey yang efektif. Di sini, admin akan menggunakan model customer journey yang dipopulerkan oleh Markplusinc.com. Model customer journey ini adalah 5A.


Customer Journey Model 5A

Customer Journey Model 5A

Apa itu customer journey 5A? Customer journey 5A adalah proses perjalanan bisnis dari customer yang meliputi lima aspek utama dimulai dari Awareness, Appeal, Ask, Act, dan Advocate.


Model customer journey ini admin pilih dikarenakan relevansinya dengan model bisnis toko sepeda Andriw. Dari sini, Anda dapat menentukan apa saja jenis konten yang nantinya akan diproduksi untuk website toko sepeda Andriw.


Adapun jenis kontennya antara lain adalah:


- Jenis dan Fungsi Sepeda,


- Spesifikasi Teknis,


- Harga Jual dan Beli Sepeda,


- Daftar Rekomendasi Sepeda,


- Garansi Sepeda,


- Testimoni Pelanggan Sebelumnya,


- Aksesoris Pendukung,


- Biaya Perawatan Sepeda,


- Desain Sepeda,


- Rekomendasi Track Sepeda,


- Tips Bersepeda,


- Komunitas Sepeda Aktif dan Sehat.


3. Menentukan Content Pillar dan Format Konten


Ok, kita sudah mendapatkan jenis-jenis konten yang dibutuhkan. Selanjutnya kita tentukan content pillarnya. Berdasarkan keterangan RevoUpedia, content pillar adalah topik utama yang akan dijadikan sebagai fondasi untuk keseluruhan strategi konten.


Content pillar dapat dibagi ke dalam empat jenis utama, yakni promotional, entertainment, educational, dan conversational. Berikut ini adalah masing-masing content pillar yang admin rumuskan untuk web toko sepeda Andriw lengkap dengan sub topiknya.


Promotional Content Pillar


Sub topik: Produk & Penawaran

- Jenis dan Fungsi Sepeda.

- Spesifikasi Teknis.

- Harga Jual Sepeda Baru.

- Harga Beli Sepeda Bekas.

- Daftar Rekomendasi Sepeda Terbaik.

- Garansi Sepeda.

 

Sub topik: Service & After Sales

- Jasa Service Sepeda Pekanbaru.

- Test Ride Sepeda Baru

- Estimasi Biaya Service.

- Promo Berkala


Sub topik: Aksesoris

- Aksesoris Pendukung: Helm, Lampu, dan Pelindung Siku dan Lutut, Kring-Kring Sepeda, Rem, dan Lain-lain.


Educational Content Pillar


Sub topik: Edukasi Pemilihan Sepeda

- Perbedaan Antara Jenis-Jenis Sepeda

- Cara Memilih Sepeda Sesuai Tinggi Badan

- Tips Membeli Sepeda Bekas Berkualitas


Sub topik: Edukasi Teknis

- Informasi Sistem Gear.

- Jenis Rem Sepeda dan Fungsinya.

- Cara Merawat Rantai dan Rem.


Sub topik: Edukasi Biaya & Nilai

- Biaya Perawatan Sepeda per Tahun

- Apakah Sepeda Bisa Dijual Kembali?

- Cara Mengetahui Harga Pasaran Sepeda Bekas


Sub topik: Edukasi Gaya Hidup

- Manfaat Bersepeda untuk Kesehatan

- Sepeda sebagai Transportasi Ramah Lingkungan


Entertainment Content Pillar


Sub topik: Lifestyle & Inspirasi

- Rekomendasi Track Sepeda di Pekanbaru

- Cerita Pembalap Sepeda Sukses Indonesia

- Tren Warna dan Desain Sepeda Tahun Ini


Sub topik: Komunitas

- Komunitas Sepeda Aktif dan Sehat di Pekanbaru

- Jadwal Gowes Bareng Mingguan

- Event Sepeda Lokal


Subtopik: Fun

- Kesalahan Pemula Saat Mulai Bersepeda

- Tipe-Tipe Orang Saat Gowes Pagi

- Meme Ringan Seputar Dunia Sepeda


Conversational Content Pillar


Sub topik: Testimoni & Social Proof

- Testimoni Pelanggan Sebelumnya


Sub topik: FAQ & Diskusi

- Tanya Jawab Seputar Sepeda


Lalu untuk format baku di setiap jenis kontennya, admin akan menggunakan outline atau template di bawah ini:


Template Konten Promotional: Maksimal 1000 Jumlah Kata


- Judul (Mengandung Keyword Utama)

 

- Opening (200-250 kata), terdapat keterangan mengenai pain point pelanggan.


- Heading 2: Penjelasan Produk/Layanan

Penjelasan 1 paragraf

 

- Heading 3: Kelebihan Produk atau Layanan yang Ditawarkan

Penjelasan 1 paragraf, diikuti bullet list poin penjelasan kelebihan.

 

- Heading 3: Detail Teknis Produk/Layanan

Penjelasan 2 paragraf

 

Heading 2: Harga Produk atau Layanan yang Ditawarkan

Penjelasan 1 paragraf, diikuti bullet list poin penjelasan harga produk atau layanan yang ditawarkan.

 

Heading 2: Testimoni Pelanggan Sebelumnya

Penjelasan 1 paragraf.

 

Heading 2: FAQ Seputar Konten

(Memuat satu pertanyaan tersurat dan dua tersirat).

 

Heading 2: Kesimpulan

(Memuat call to action datang ke toko sepeda Pekanbaru Andriw langsung, booking produk atau layanan segera!)


Lalu format konten untuk tiga jenis content pillar lainnya bersifat menyesuaikan, hanya saja tetap harus memuat bagian FAQ Seputar Konten dan Kesimpulan.


Setiap konten memberikan setidaknya satu internal link menuju domain website utama dengan anchor text: Toko Sepeda Pekanbaru Terbaik.


Anchor text inilah yang akan menjadi kata kunci utama yang akan ditargetkan untuk website toko sepeda Andriw. Perlu diketahui bahwa Google tidak hanya memahami website hanya dari keyword tertargetnya saja, tetapi juga dari topik yang dikembangkan. 


4. Membuat Peta Konten


Langkah berikutnya yang harus Anda lakukan adalah dengan membuat peta konten. Berdasarkan proses sebelumnya, didapatkan ada empat konten pillar dengan 24 konten turunan dengan kata kunci utamanya adalah Toko Sepeda Pekanbaru Terbaik.


Di sini admin menggunakan web aplikasi Miro Mind Map, dan didapatkanlah hasil seperti ini:


Lihat Content Mapping di Sini


5. Merumuskan Peta Konten ke dalam Spreadsheet


Langkah terakhir yang harus Anda lakukan adalah dengan merumuskan peta konten ke dalam spreadsheet. Langkah ini dimaksudkan sebagai alat monitoring pelaksanaan content mapping.


Content Mapping di Spreadsheet

Content Mapping di Spreadsheet. Klik untuk Lihat  


Kesimpulan

Cara Membuat Content Mapping yang Efektif

Infografis Naseonal Cara Membuat Content Mapping yang Efektif

Inilah penjelasan lengkap tentang cara membuat content mapping yang efektif disertai dengan contoh studi kasusnya.


Akhir kata, admin Naseonal.com mengucapkan terima kasih kepada para pembaca karena sudah membaca "Bagaimana Cara Membuat Content Mapping yang Efektif?" sampai akhir.


Apabila Anda terbantu dengan penjelasan ini, admin berharap Anda juga dapat membagikannya kepada teman atau orang lain yang sekiranya membutuhkan.


Instagram Stories Naseonal

Share Konten IG Stories Naseonal


"Silakan gunakan gambar di atas jika Anda berminat untuk share konten ini di Instagram Stories. Beritahu admin di kolom komentar apabila Anda sudah share konten di atas agar admin dapat melakukan hal yang sama untuk blog Anda".

Show comments
Hide comments
35 komentar:
Tulis comments
  1. Artikel yang sangat praktis dan mudah dipahami! Penjelasan cara membuat content mapping menggunakan studi kasus toko sepeda Andriw membuat konsepnya jadi jauh lebih konkret dan mudah diterapkan. Alur dari menentukan buyer persona, customer journey model 5A, content pillar, hingga visualisasi di spreadsheet benar-benar langkah yang sistematis. Wajib jadi referensi bagi siapa saja yang ingin serius menjalankan strategi konten untuk bisnisnya!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dagiing banget artikelnyaaa
      sangat bisa diaplikasikan utk postingan² di blog.
      biar lebih terarah pastinya.
      niche juga makin jelas 🫣🤣

      Hapus
  2. Woww penjelasannya sangat informatif dan jelas sekali. Jadi paham content mapping itu apa dan seperti apa. Terima kasih untuk infonya.

    BalasHapus
  3. Penjelasan tentang content mapping lewat studi kasus Toko Sepeda Andriw bikin konsep yang tadinya abstrak jadi gampang dibayangkan. Saya paling setuju bagian buyer persona—seringkali orang bikin konten asal posting tanpa tahu siapa yang diajak bicara.
    Pendekatan model 5A untuk customer journey juga sangat taktis. Ternyata, memetakan konten itu bukan cuma soal kata kunci, tapi soal membangun kepercayaan dari awareness sampai jadi advocate. Terima kasih sudah berbagi panduan sistematis ini, sangat bermanfaat untuk para content planner!

    BalasHapus
  4. Content mapping memang penting supaya ide konten tidak berantakan. Dengan perencanaan yang jelas biasanya proses membuat konten juga jadi lebih terarah. Apalagi kalau harus mengelola banyak topik sekaligus

    BalasHapus
  5. Wah, artikel tentang content mapping-nya lengkap sekali 😍👏 Pembaca jadi tahu dan mengerti deh. Ternyata dari 1 tema saja bisa diperinci lebih dalam lagi ya sangat spesifik. Contihnya tentang sepeda...benar2 bagus. Thanks kak 🙏

    BalasHapus
  6. Penjelasan yang detil, lengkap beserta contoh studi kasus content mapping. Memang ya dengan content mapping, konten tidak lagi dibuat secara sembarangan, melainkan berdasarkan data dan perencanaan, menghasilkan persona yang baik bagi audiens

    BalasHapus
  7. Saya malah baru tahu konten mapping ini kak Andri. Jadi ini semacam artikel persebaran konten yang relevan gitu ya sama niche kita?

    Boleh nih aku terapin, jujur ilmu SEO tuh luas banget. Kudu banyak² belajar juga.. 🥰

    BalasHapus
  8. Tulisan-tulisan Bang Andri selalu ndaging tentang per-SEO-an, mudah dipahami dan selalu detail dalam penjelasannya. Tinggal belajar mengaplikasikannya di blog kita masing-masing secara bertahap, ya.

    Terima kasih Bang

    BalasHapus
  9. Jadi paham ya bagaimana cara bikin konten maping yang baik dan benar.
    Beneran informatif dan jelas nih semua paparan nya sangat mudah dimengerti
    Memang segala sesuatu harus diserahkan kepada ahlinya ya

    BalasHapus
  10. Punya peta konten alias content mapping memang membantu dalam masa produksi dan analisa kontennya juga memang. Aih ... senang banget bisa mampir ke mari untuk belajar lagi tentang sisi lain dalam dunia konten. Secara ya ... sudah jadi jargon para pegiat marketing di dunia digital maupun creator, kalau "content is the king".

    BalasHapus
  11. Terima kasih atas penjelasan mendetail terkait Content mapping. Bahkan dikasih perandaian yang bikin pembaca makin paham POV pembisnis dan goals apa yang diharapkan serta step-step yang dapat dijalankan.

    Serta jadi tau perbedaan antara Content mapping dan keyword mapping.

    Langkah-langkah praktis dan aplikatif bisa segera diterapkan banget ini sih.

    BalasHapus
  12. Content mapping itu memang penting banget mas. Apalagi kalo kaitannya sama jualan yaaa. Emang penyajianya kudu runut dan terstruktur, biar customer bisa menangkap apa yang dia mau dan butuhkan. Dan menjadikan kita sebagai 'solusi' atas masalah mereka.
    Tapi yg males itu teknis2nya si, hihihi. Makanya aku sering fokus ke Customer Journeynya aja. yg penting websiteku di dagingnesia.id udah rapih, deskripsi produk jelas. Mau tanya-tanya juga aman.. wis, itu aja. Nanti juga customer datang dengan sendirinya.

    Anak balita wajib disapih
    Agar terbiasa ragam pangan
    Kalau website sudah rapih
    Niscaya rezeki akan berdatangan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keren Kang fajar sudah mengaplikasikan content maping ini di website bisnisnya. Ya, walaupun teknisnya lumayan ribet, tapi insyaAllah berbanding lurus dengan hasil nya, ya.

      By the way, pantunnya keren banget cuy

      Hapus
    2. Benar sekali, content mapping hanyalah salah satu cara untuk membuat pengunjung nyaman

      Hapus
  13. Seringkali kita fokus bikin konten tapi lupa melakukan content mapping, padahal ini kunci supaya konten kita bener-bener sampai ke audiens yang tepat di waktu yang pas. Penjelasan tentang memetakan konten berdasarkan buyer's journey di tulisan ini bener-bener ngebantu buat praktisi content marketing. Makasih sharing ilmunya, sangat bermanfaat!

    BalasHapus
  14. Hmm... jadi ada ide nih memperbaiki SEO salah satu blog yang dirintis
    Semoga aman selalu dan bisa mengikuti tips mapping supaya blognya tetap punya isi yang bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya
    Meski memang butuh konsisten dan komitmen
    Kalau cuma panas panas tai ayam yaa gak ngefek

    BalasHapus
  15. Baca ini jadi semacam tercerahkan ternyata membuat content itu gak bisa asal harus ada content mapping agar apa yang kita tulis atau buat lebih terarah dan berurut sehingga jangkauannya bisa lebih spesifik tidak berjalan tanpa arah..
    Apalagi ini jga dibuatkan sebuah perandaian jadi kita juga bisa membayangkan seperti apa sebuah content mapping itu...terima kasih untuk ilmu nya bang

    BalasHapus
  16. Kaa.. haturnuhun sudah menjelaskan secara rinci.
    Aku beneran butuh banget bantuan mengenai kepenulisan di jaman sekarang.

    Karena kemarin barruu...mulai nulis blog laggii.. dan kaget dengan yoast yang aku pasang kasih notif kalo "keyword" yang aku pasangan kurang fokus.

    Jadi ada pencerahan setelah baca artikel ka Andri.

    Dankee..

    BalasHapus
  17. content mapping itu ternyata penting banget ya mas,,,bisa membuat tulisan kita lebih terstruktur dan jelas arahnya. Dengan begitu jadi lebih google friendly dan lebih mudah ditemukan di pencarian. SEO itu meman ilmu yang sangat menarik dan saya jujur nih masih banyaaaak yang harus dipahami dan dipelajari. Maksih mas artikelnya, sangat bermanfaat.

    BalasHapus
  18. Bikin content mapping dan diaplikasikan di luar blog bisa, Kak?
    Memang kalau bikin blog (atau web) untuk jualan harus punya content mapping yang jelas ya, karena tujuannya adalah menjaring para pembeli.

    BalasHapus
  19. Penjelasannya lengkap dan mudah di mengerti. Ternyata membuat content mapping lumayan rumit ya, tapi seharusnya memudahkan untuk mencapai tujuan pembuatan konten. Saya pribadi belum pernah bikin.

    BalasHapus
  20. Konten maping ini berguna bangeeett.. Malah masih saya pakai buat bikin apa aja nggak cuma ngeblog. Kalau ada konten mapping gini, saat buntu atau nggak ada ide malah bisa jadi brand storming sendiri dan kadang² malah merangsang ide² baru buat muncul.. 😍

    BalasHapus
  21. Saya menerapkan kontent maping ini awalny diblog saya yang satu lagi Kak. Alhamdulillah memang naik loh DA-nya, padahal terbilang baru sampai 10 saat itu.
    Eh giliran malasnya mendera, turun dah tuh DA-nya hahah. Keknya perlu diterapkan lagi

    BalasHapus
  22. Saya awalnya nggak Ngeh soal content maping ini, Mas. Tapi di sini saya tercerahkan karena Mas Andri menjelaskan dengan detail, termasuk adanya studi kasus toko sepeda. Insya Allah pelan-pelan akan saya pelajari dan saya terapkan di blog saya.

    BalasHapus
  23. Dan aku sebagai pembaca yang sedang berjuang merawat rumah digital untuk pengembangan profesiku, tulisan ini sangat bermanfaat. Terima kasih juga sudah menulisnya.

    Walau membacanya perlu dengan tenang dan step by step untuk paham, paling tidak ada gambaran bagaimana caranya membuat content mapping.

    BalasHapus
  24. maping seperti kerangka lagi ya mas , menentukan apa yg harus kita lakukan jika ingin mncapai tujuan. termasuk ngonten , maping konten adalah satu nya. penjelasan mengenai pembuatan content maping diatas jelas banget terimakasih bnyak lho insight mahal ini mah

    BalasHapus
  25. Artikel yang menarik dan membatu. Ternyata membuat content mapiing bisa seseru itu dan berdampak nyata ya. Wah harus belajar lagi nih untuk membuat content

    BalasHapus
  26. Aku seperti menemukan peta harta karun buat para pembuat konten. Di tengah banjir informasi digital yang makin padat, strategi memetakan konten berdasarkan buyer persona dan lifecycle stage itu benar-benar kunci agar pesan kita nggak cuma lewat begitu saja, tapi benar-benar "nyangkut" di hati audiens.

    Aku sepakat sih dengan kak Yonald bahwa membuat konten itu bukan soal kuantitas, tapi soal relevansi. Menarik sekali melihat bagaimana ulasan ini membedah alur dari tahap awareness hingga decision dengan sangat taktis—sebuah pengingat penting bahwa audiens di tiap tahap butuh "asupan" informasi yang berbeda-beda.

    BalasHapus
  27. Sebuah ide yang bagus untuk memetakan konten supaya kita tidak Bingung mau bikin konten apa dan lebih terarah semua konten yang bisa kita persiapkan untuk khalayak yang biasa menikmati konten kita. Pastinya ini adalah langkah bagus untuk semua konten creator supaya bisa tetap berkarya dengan baik

    BalasHapus
  28. Mantap banget nih mas penjelasannya soal content mapping. Jujur, aku selama ini untuk konten pribadi ya udah asal bikin aja, tanpa merhatiin mapping-nya mestinya kayak gimana. Apa yang dibutuhin sama audience juga. Kalau pakai content mapping ini nantinya konten yang dihasilkan juga bisa lebih terstruktur ya, apalagi kalau untuk penjualan mesti ada journey-nya juga. Nggak bisa langsung ujug-ujug hard selling terus...

    BalasHapus
  29. Wah, postingan yang sangat bermanfaat
    Jadi ingin mengikuti cara ini
    Mau buat content mapping untuk blog keduaku yang akhir akhir ini vakum

    BalasHapus
  30. Jadi belajar hal baru lagi deh .. sepertinya kalau diterapkan ini bisa boost penjualan akun kita ya Pak.. makasih penjelasan detail nya..

    BalasHapus
  31. Woah, intinya sama yaa kayak search intent. Dari 5A itu, kalau dibuat search intent-nya, ada 4, informational, transactional, navigational, dan commercial. Tapi informational & navigational ini agak mirip2 sih.Hasil akhirnya pun mirip kayak di sini, jadi spreadsheet yang menjelaskan hasil temuan kita di awal tadi.

    Nah, untuk blog aku sendiri, sejak tahun lalu juga ternyata bikin kayak gini. Cuma memang search intent-nya gak sama kayak e-commerce atau web bisnis lah yaa, hehe. Jadi untuk blog tuh lebih sederhana lagi kalau aku, karena contentnya lebih banyak ke informational soalnya kan :D

    BalasHapus
  32. Wah bermanfaat banget ini infonya. Pas banget juga buat blogger yang pengen melakukan branding buat blognya. Memang wajib banget ya kita bikin content mapping ini biar blog nggak terlalu melebar isinya

    BalasHapus

Berikan komentar yang sopan dan jauh dari kata SARA

Back to Top