Rekomendasi 4 Website atau Platform Terbaik untuk Reciprocal Link
![]() |
Rekomendasi 4 Website atau Platform Terbaik untuk Reciprocal Link |
Backlink adalah salah satu teknik dari metode Off Page SEO. Metode optimasi website yang seluruh langkahnya dilakukan pada website atau platform informasi alternatif. Metode optimasi website ini dijalankan sebagai salah satu upaya meningkatkan otoritas website.
Backlink adalah istilah untuk link yang ditanamkan pada website atau platform informasi berbeda dan mengarahkan pengunjungnya ke website utama Anda. Ada banyak turunan teknik backlink yang bisa Anda pelajari dengan seksama.
Salah satu yang paling populer adalah reciprocal link. Apa itu reciprocal link? Reciprocal link adalah aktivitas saling menanamkan backlink satu sama lain dengan website atau platform informasi yang dimiliki oleh mitra bisnis.
Baca Juga: Apa itu Reciprocal Link? Pelajari Kelebihan, Kekurangan, Serta Dampaknya di Sini!
Teknik ini sering dilakukan karena mudah dimonitor dan memiliki kecenderungan akan relevansi bisnis yang kuat. Sayangnya, teknik ini tidaklah semudah yang dibayangkan. Anda tidak bisa begitu saja mengajak pemilik website lain untuk bertukar backlink.
Apalagi jika website yang Anda miliki masih belum memiliki performa yang memadai. Pemilik website lain yang ingin Anda ajak saling bertukar backlink, tentu saja ragu dan mengurungkan niat. Jika sudah begini, apa yang harus Anda lakukan?
Apakah Anda harus mengabaikan potensi besar dari reciprocal link?
Tentu saja tidak ya! Anda dapat melakukan reciprocal link ini dengan diri Anda sendiri. Lho? Bagaimana caranya? Mudah, Anda cukup menjadi pemilik dari website lain, kemudian lakukan reciprocal link. Apakah ini artinya Anda akan mengurus lebih dari satu website?
Jawabannya iya! Tetapi, Anda tetap perlu mengatur skala prioritas di mana website utama tetap mendapatkan update konten yang dominan. Anda bisa membuat website baru dari platform seperti Blogger atau WordPress.
Sayangnya, cara seperti ini kurang efektif untuk mendongkrak otoritas website utama. Hal ini wajar mengingat blog atau website baru memerlukan waktu yang lama untuk dapat perform.
Ingat, backlink yang didapatkan dari website baru tentunya tidak memiliki kekuatan yang sama dengan backlink yang didapatkan dari website yang sudah berumur. Selain itu, website baru umumnya masih mencari pattern yang pas demi dapat menciptakan audiens setianya sendiri.
Lagi pula, merancang blog atau website baru terlebih dalam jumlah yang besar, sudah termasuk ke dalam teknik Private Blog Network. Perlu diketahui bahwa private blog network termasuk ke dalam metode Gray Hat SEO.
Metode optimasi website yang tidak jelas arahnya, kadang bisa menguntungkan dan kadang bisa sangat merugikan. Teknik private blog network sering juga diterapkan bersamaan dengan proses membeli aged domain.
Jika membuat blog atau website baru sendiri untuk reciprocal link bukanlah opsi terbaik, lantas apa yang harus Anda lakukan? Anda bisa memanfaatkan layanan website UGC (User Generated Content). Mengapa harus website UGC? Ada banyak alasan mengapa admin merekomendasikan website UGC.
Beberapa di antara banyak alasan tersebut, yakni:
- Website UGC umumnya sudah memiliki performa SEO terutama organic traffic yang baik. Hal ini wajar mengingat returning visitornya yang tinggi, terutama dari kalangan kontributornya langsung.
- Website UGC sudah memiliki komunitas atau audiens tersendiri yang setia. Komunitas atau audiens ini didapatkan dari banyak kontributor ternama di dalamnya.
- Konten yang berada di dalam website UGC selalu mengalami pembaruan secara berkala dan konsisten. Tidak jarang konten dari website UGC berhasil ranking di urutan teratas halaman pertama Google.
Baca Juga: Cara Menerapkan Reciprocal Link dengan Aman
Dalam artikel ini, admin akan memberikan beberapa rekomendasi website atau platform UGC terbaik untuk Anda dapat menjalankan reciprocal link.
Kompasiana
Kompasiana Web UGC untuk Reciprocal Link |
Rekomendasi website UGC pertama yang bisa Anda gunakan untuk reciprocal link adalah Kompasiana. Seperti yang sudah bisa Anda tebak, Kompasiana adalah platform web di mana seluruh pengguna internet dapat membuat konten di dalamnya.
Platform web ini dikembangkan oleh Kompas Cyber Media sejak tahun 2008 lalu. Slogan utama dari website UGC ini adalah Beyond Blogging. Pengguna bisa saling bertukar aspirasi dan opini di dalamnya.
Perlu diketahui bahwa Kompasiana tidak bisa sembarangan ditanamkan backlink begitu saja. Apalagi jika akun Kompasiana Anda masih bau kencur. Anda perlu membuat cukup banyak konten artikel di dalamnya secara konsisten.
Jika Anda sudah membuat sekitar 10 konten, Anda baru bisa mencoba untuk menanamkan backlink di dalamnya. Backlink yang ditanamkan ini terkadang diterima oleh pihak editor dan terkadang tidak.
Yang harus Anda lakukan adalah memastikan konten tersebut tidak memiliki sifat hard selling yang kuat.
Medium
Medium Platform Blogging Terkenal |
Rekomendasi website UGC kedua untuk reciprocal link adalah Medium. Sama seperti Kompasiana sebelumnya, platform ini diciptakan agar semua pengguna internet dapat menuliskan konten di dalamnya.
Ada banyak tokoh ternama yang menjadi penulis atau kontributor di Medium ini. Salah satunya adalah Barack Obama. Platform web UGC ini pertama kali rilis pada tahun 2012 dan dikembangkan oleh pendiri Twitter, Evan Williams.
Dibandingkan Kompasiana, Medium memiliki tampilan yang lebih user friendly. Hal ini wajar mengingat desain blognya dibuat minimalis fokus pada isi tulisan. Selain itu, Anda juga tidak akan menemukan iklan yang menutupi konten utama.
Anda bisa langsung melakukan kegiatan reciprocal link di sini tanpa perlu khawatir proses editor yang ketat. Tidak ada batasan jumlah konten tertentu agar bisa menanamkan backlink di dalamnya.
Substack
Substack Mirip Medium |
Berikutnya ada Substack. Namanya di antara netizen Indonesia mungkin tidak setenar Medium, tetapi secara global, Substack ini cukup diperhitungkan. Platform website UGC ini didirikan oleh tiga orang, Chris Best, Jairaj Sethi, dan Hamish McKenzie pada tahun 2017 lalu.
Anda bisa menemukan banyak fitur menarik dari Substack. Contohnya seperti fitur buletin email, blog, podcast, dan lain sebagainya. Anda bisa langsung melakukan interaksi dengan sesama penulis pada laman sosial Substack.
Seperti yang sudah admin katakan di awal, Substack kurang populer jika dibandingkan dengan Medium untuk netizen Indonesia. Jadi, Anda bisa memanfaatkan platform ini meningkatkan visibilitas pada audiens global.
Buletin LinkedIn
Buletin Asupan Marketing |
Rekomendasi website atau platform terbaik untuk reciprocal link terakhir untuk Anda adalah buletin LinkedIn. Sebenarnya, ini adalah salah satu fitur penulisan artikel dari LinkedIn dan baru didapatkan apabila Anda sudah memenuhi beberapa persyaratan.
Adapun persyaratannya antara lain:
- Memiliki minimal 150 pengikut atau koneksi.
- Mengaktifkan mode kreator di pengaturan profil.
- Rajin membagikan konten orisinal.
- Akun LinkedIn Anda mematuhi kebijakan komunitas profesional LinkedIn.
Admin sendiri sudah mendapatkan fitur ini dan Anda bisa menjadi subscriber dari dua buletin utama admin yakni:
- Buletin Asupan Marketing: Buletin yang fokus membahas tips dan trik seputar marketing.
- Buletin Read Road Reload: Buletin yang fokus membahas buku terutama buku self-improvement.
Selain itu, admin juga bertanggung jawab untuk mengembangkan buletin tempat admin bekerja, buletin viSEOner. Buletin ini fokus membahas dunia SEO, dimulai dari kamus SEO, tips dan trik, dan fakta unik di dalamnya.
Setelah membaca keempat rekomendasi website atau platform untuk reciprocal link, mana yang sekiranya menjadi favorit Anda?
Kesimpulan
![]() |
Infografis Naseonal Rekomendasi Website untuk Reciprocal Link |
Inilah penjelasan lengkap tentang rekomendasi website atau platform terbaik untuk reciprocal link. Dari keempat rekomendasi yang admin berikan, Kompasiana dan Buletin LinkedIn menjadi favorit admin. Hal ini mengingat Kompasiana sudah memiliki banyak audiens setia dari Indonesia.
Sedangkan buletin LinkedIn dapat menjadi sarana untuk memperkuat otoritas profil website Anda. Akhir kata, admin Naseonal.com mengucapkan terima kasih kepada para pembaca karena sudah membaca artikel "Rekomendasi 4 Website atau Platform Terbaik untuk Reciprocal Link" sampai akhir.
Apabila Anda terbantu dengan penjelasan ini, admin berharap Anda juga dapat membagikannya kepada teman atau orang lain yang sekiranya membutuhkan.
![]() |
Share Konten IG Stories Naseonal |
"Silakan gunakan gambar di atas jika Anda berminat untuk share konten ini di Instagram Stories. Beritahu admin di kolom komentar apabila Anda sudah share konten di atas agar admin dapat melakukan hal yang sama untuk blog Anda".



Saya baru denger tuh yang Substack mas Andri. Kalau Medium rasanya sudah cukup lama. Sebelum tahu kompisiana saya pakainya Medium. Hanya skg mediumnya nggak bisa kubuka karena email yang kudaftarkan deactive. 😂
BalasHapusBener juga Resiprocal link ini bisa membangun arus ke web utama. Cuma saya pernah baca, agak tricky. Beberapa sites bilang kudu dibedakan juga gaya penulisannya, karena tiap sites tuh gaya penulisannya beda. Entah benar apa tidak, saya belum coba praktek nyatanya.. 🥹
Kalau untuk gaya penulisan, sepertinya tidak ya, karena sulit untuk menemukan gaya penulisan baru. Yang paling penting, kontennya harus berbeda dengan website utama.
HapusSaya juga setuju dengan pilihan platform UGC seperti Kompasiana, Medium, Substack, dan Buletin LinkedIn karena masing-masing punya karakter audiens yang berbeda dan bisa disesuaikan dengan target pasar. Menurut Mas Andri, dari pengalaman praktik, berapa lama biasanya efek reciprocal link dari platform UGC mulai terasa terhadap kenaikan traffic atau ranking?
BalasHapusTerkait efek kenaikan traffic reciprocal link dari web UGC tentu saja berbeda-beda ya mba. Tetapi, jika reciprocal link dilakukan secara konsisten dan berkala, pastinya akan membantu meningkatkan traffic web utama.
HapusWah, ternyata Kompasiana bisa dijadikan lahan untuk reciprocal link juga ya mas Andri. Baru tau benerrr nih saya. Nganu, biasanya saya disana cuma buat aktif ikut lomba ajaa, hihihi.
BalasHapusMemang bagus ya kalau konten UGC yang kita buat, jadi memberikan dampak positif ke blog kita. Cuma masalahnya 1 : ngejar nulisnya yang berat, wkkwwk. Ngurus 1 blog aja capek, apalagi kalo ditambah sama UGC. Making berasap lah ini kepala, hahaha.
Dulu saya biasanya pake retizen untuk reciprocal link ini, tapi sekarang lumayan ketat, hampir semua ditolak sama editor nya atau link nya dialihkan ke beranda.
BalasHapusKalau sekarang paling enak pakai medium. Tampilannya clean, nggak heboh dengan iklan dan proses reciprocal link nya juga mudah
O iya Retizen ya, saya jadi penasaran untuk mencobanya.
HapusDi Kompasiana memang nggak bisa sembarangan menitipkan link. Tulisanku di sana nggak banyak sih. Aku nulis pas di awal buat akun dan itu sudah sangat lama sekali.
BalasHapusSekarang ini, akun Kompasiana ku cuma buat kepentingan baca artikel yang kusuka. Kayak ngasih emot dan komentar doangan.
Terus, dari keempat website itu, emang Substack sih yang belum pernah kudengar. Coba nanti aku berkunjung ke sanalah.
Medium asik banget memang.
BalasHapusWalau yang daku tulis pakai bahasa Indonesia, tetep ciamik juga yang baca hehe.
Cuma ya gitu buat konsisten menulis di sana masih belum.
Kalau Substack, saya baru dengar kak. Sepertinya menarik juga untuk jadi platform menulis yang menyenangkan
Udah main Kompasiana meski agak vakum nih. Rencananya mau ngeboost lagi pas Ramadhan nanti. Udah lama ga pasang link di sana. Padahal mayan jg buat naikin traffic dan naikin otoritas ya kak.
BalasHapusKalo Medium, emg enak bgt sih. Tampilannya udh kyk WordPress, minim iklan lagi. Enggak kayak K. Hehe. Yang Substack blm cobain sih. Kalo LinkedIn cuman buat naruh link tulisan doank. Wkwk. Itu bisa naikin otoritas web kita ga yang kang?
Bisa mas. Apalagi jika profil LinkedInnya dibuat lengkap dan relevan dengan topik artikel yang mas buat. Misal mas sering membuat artikel tentang bedah buku politik , maka profil di LinkedIn harus menggambarkan mas ahli bedah buku atau punya latar belakang politik yang kuat.
HapusNah, saat ngebatin kayanya Substack masih jarang yang tau ya, ternyata dijelaskan lagi kalau ini memang gak seterkenal 2 UGC sebelumnya, yaitu Kompasiana dan Medium. Tapi ternyata justru ini lebih dikenal secara global ya.
BalasHapusSepertinya sangat bermanfaat kalau website kita memang berbahasa Inggris dan biasa mengangkat topik yang global juga.
Nah, kalau buletin LinkedIn, aku sendiri masih jarang banget pakai. Mungkin karena udah banyak banget yang dikerjakan ya, jadi belum merasa bisa ngikutin semua berita LinkedIn, hehe.
Dulu suka ngelink-in blog dari Kompasiana. Sekarang nggak tahu kenapa nih susah sekali buka Kompasiana trus katanya adminnya juga sering menghapus link2 yang keluar nggak sih?
BalasHapusMedium keknya punya juga, apa sekarang waktunya untuk aktif lagi di UGC ya haha.
Substack baru dengar. Nanti coba ngulik ah :D
Kalau linkedin duluuuu banget kalau dapat sponsorship dari brand suka share link blogpost di sana haha :D
Benar sekali. Kompasiana terkadang menghapus link keluarnya, tetapi untuk beberapa kasus, terutama dari pengalaman saya sendiri, masih bisa dan bersifat permanen.
HapusSaat ini saya mensiasti dengan ikut arisan backlink. selain itu kadang juga saling tukar backlink. Hanya itu, kadang blog yang saling tukar, performanya belum memadai.Jadi harus cari website yang sudah mumpuni. Tapi susah hahaha. MIsalnya saya pernah coba sisipkan backlink di akun Kompasiana saya, eh.. beberapa menit postingan langsung dihapus. Tapi nanti saya coba lagi nih.
BalasHapusSubstack aku baru dengar. Kalau Kompasiana agak kurang suka karena tampilan iklannya mengganggu banget. Medium punya akun tapi belum pernah nyoba nulis. LinkedIn sih yang belum pernah. Nanti kapan-kapan dicoba nulis di salah satunya. Mungkin di Medium dulu.
BalasHapusDulu aku suka banget nanem nanem link, tapi semenjak spam score meningkat, jadi takut nanem link di sembarang web.. walaupun belom tau juga ya apakah asal SSnya dari link tersebut.. tapi alhamdulillah selrang SS dah sehat, dan tetep hati hati kalo mau nanem link.. hehe
BalasHapusSaya baru tau nih kalau linkedln bisa buat menulis juga. Kalau Kompasiana saya biasa menulis disana. Medium nih saya belum pernah coba, naah kalau substack beneran deh baru dengar. Coba saya cari² tau dulu. Makasih yaa kak Andri...ini informasinya sangat berguna dan bermanfaat buat saya.
BalasHapusThank you banget rekomendasinya! Kompasiana cuma punya akun, nggak pernah nulis. Medium sempat nulis di sana dan belum nemu waktu untuk posting di sana lagi (otw aktif lagi ah!). Hehe. Substack saya baru dengar nih, Kak. Makasih banyak udah ngenalin ke platform ini dan terakhir LinkedIn sempat aktif juga di sana, otw aktif di sana lagi juga kalo gitu. Hehe..
BalasHapusWah aku baru tahu yang substak dan buletin LinkedIn, nanti mau coba buat ah yang LinkedIn
BalasHapusKlo yg audiens global itu, berarti baiknya pakai bahasa Inggris ya kontennya
Tapi jujur Manda ngelihat reciprocal link tuh kayak pedang bermata dua..
BalasHapusPasti seru juga buat yang lagi ngulik SEO website .. Mungkin yang penting tuh bukan sekadar cari banyak link, tapi pilih partner yang bener-bener relevan sama niche kita biar traffic dan kredibilitasnya juga ngangkat..
Pas banget nih saya mengelola web komunitas
BalasHapusMau saya coba pakai supaya ada traffic dengan cepat
Semoga bisa bermanfaat dengan baik segera
Oh, ternyata platform-platform seperti itu tuh namanya website UGC.
BalasHapusBtw kalau nggak salah sekarang Kompasiana melarang buat backlink ke blog pribadi, mas. Cmiiw. Saya sih biasanya insert link di pos atau utas di Threads, LinkedIn, dan IG.