Apakah Ada Jalan Pintas dalam SEO?
![]() |
Apakah Ada Jalan Pintas dalam SEO? |
SEO adalah kependekan dari Search Engine Optimization. Sebuah metode optimasi website agar dapat tampil di urutan teratas halaman pertama search engine, terutama Google, melalui kata kunci tertentu yang ditargetkan.
Seperti yang kita ketahui, SEO membutuhkan waktu yang tidak sebentar. SEO membutuhkan proses berkualitas yang konsisten tanpa henti. Konsistensi seperti inilah yang sulit diikuti oleh kebanyakan pebisnis, terlebih pebisnis yang sering bermimpi basah, cepat sukses tanpa usaha.
Dalam prosesnya, SEO itu memang akan berbicara banyak tentang metrik penting seperti organic traffic, organic keywords, AI citation, impressions, clicks, dan lain-lain. Tetapi, dalam dunia bisnis, terdapat metrik kualitatif yang dampaknya jauh lebih terasa dalam operasional bisnis.
Metrik kualitatif ini seperti kenyamanan pengunjung, brand identity, dan reputasi baik perusahaan. Hal-hal inilah yang menjadikan SEO begitu menantang.
Perlu Anda ketahui juga, saat ini omnichannel SEO sedang gila-gilanya diterapkan perusahaan atau pebisnis yang matang. Penjelasan di atas sebenarnya sudah menjawab pertanyaan "Apakah ada jalan pintas dalam SEO?"
Jawabannya jelas, tidak ada dan tidak akan pernah ada.
Agar Anda menjadi lebih paham, di dalam artikel ini admin akan membantah empat 'dalil' sesat yang mengatakan bahwa ada jalan pintas di dalam SEO.
Membeli Backlink Media Besar Sebanyak Mungkin
Dalil pertama yang sering dianggap sebagai jalan pintas dalam SEO adalah dengan membeli backlink dari media besar sebanyak mungkin. Sebut saja media seperti Tempo, CNN, Detik, Kompas, dan lain-lain.
Anggapan seperti ini mungkin muncul dikarenakan media besar sudah memiliki performa SEO yang baik, banyak dikunjungi oleh pengguna internet, dan setiap brand yang namanya tercatut ke dalam media, selalu mendapatkan prestise tersendiri.
Sayangnya, munculnya nama brand dalam media besar tidak menjadi jaminan website Anda akan langsung melambung tinggi. Menampilkan brand di media besar, terlebih jika brand itu disebut dalam artikel promosi biasa, sama halnya dengan Anda memajang poster di mading sekolah.
Orang-orang tahu bahwa mading sekolah adalah tempat informasi, tetapi mereka baru ke mading sekolah tersebut apabila mereka membutuhkan informasi. Ketika mereka mendapatkan informasi yang dicari, mereka akan langsung pergi begitu saja tanpa peduli informasi lain.
Apalagi jika informasi tersebut bersifat promosi. Itulah sebabnya, kebanyakan pebisnis berpengalaman lebih memilih untuk membeli backlink media untuk menampilkan informasi berbentuk storytelling atau press release.
Hal ini dimaksudkan agar pengunjung media tertarik membaca konten tersebut di antara tumpukan informasi lainnya.
Lagi pula, brand yang secara nama dan operasional bisnisnya belum siap-siap amat, "hanya akan" mendapatkan manfaat gengsi pernah masuk ke dalam media besar. Paling banter, backlink tersebut sekadar tercatat sebagai "Best Link" di tool Ahrefs/SEMrush.
Oleh sebab itu, admin sendiri lebih menyarankan untuk membeli backlink dari media apabila memang nama dan operasional bisnis Anda sudah benar-benar siap. Fokus membangun website yang mampu memberikan pengalaman baik untuk pengunjung terlebih dahulu.
Platform Seedbacklink |
Selain itu, Anda bisa memanfaatkan jasa blogger untuk mempromosikan bisnis Anda di internet. Berbicara tentang media jual beli backlink, Anda bisa memanfaatkan platform Seedbacklink.
Silakan gunakan link di bawah ini untuk mendapatkan potongan harga
Dapatkan Harga Khusus di Seedbacklink
O iya, beberapa dari Anda mungkin bertanya-tanya tentang "Memang boleh ya jual beli backlink gitu?" Admin akan membahas lengkap di artikel berikutnya.
Produksi Konten Sebanyak Mungkin Menggunakan AI Generative
![]() |
Prompt Engineer Is A Joke |
Dalil sesat kedua mungkin menjadi dalil yang saat ini sedang diagung-agungkan generasi Cognitive Offloading, AI Washing, pecinta AI Slop. Admin tentu saja sedang tidak membantah bahwa AI (Artificial Intelligence) itu sangat bermanfaat dan memang harus dimanfaatkan.
Lagi pula, dalam kehidupan sehari-hari, kita sudah sangat akrab dengan konsep AI. Smartphone yang setiap hari kita pegang, laptop yang setiap kali kita buka, Televisi yang berulang kali kita tonton, memiliki konsep AI-nya tersendiri.
Baca Juga: Benarkah Konten AI Tidak Baik untuk SEO?
Jenis AI yang sekarang ini menjadi masalah adalah AI Generative. AI ini memungkinkan kita untuk menghasilkan konten atau ide orisinal baru, seperti teks, gambar, audio, dan kode. Jenis AI inilah yang sering kali jadi alat utama untuk orang-orang tidak kompeten merasa percaya diri.
Saking percaya dirinya, pecinta AI Slop ini tidak segan-segan mengatakan bahwa pekerjaan seperti menulis, desain, menyanyi, atau pekerjaan kreatif lainnya sangat mudah dilakukan. Mereka bahkan bisa dengan pedenya bilang jika hasil generate AI bagus karena prompt-nya sudah detail.
Baca Juga: Prompt Engineer itu Sebenarnya Hanya Skill Komunikasi Sederhana, Bukan Sesuatu yang Wow!
Bagaimana mungkin mereka bisa bilang begitu? Mereka bahkan tidak punya pengalaman menulis, mendesain, atau menyanyi. Membaca dan bertemu dengan banyak komunitas pecinta tulisan, desain, dan nyanyi saja tidak pernah.
Fakta yang mungkin tidak akan pernah mereka akui, sebagus-bagusnya, tulisan AI, masih lebih bagus tulisan yang dihasilkan oleh manusia. Penulis atau content writer pada umumnya mungkin sering diremehkan karena tidak dapat menulis dalam jumlah yang banyak.
Inilah yang menjadikan banyak perusahaan mulai beralih menggunakan AI untuk produksi konten website, baik itu artikel atau halaman promosi. AI memang menawarkan kecepatan pembuatan konten yang baik.
Tapi, tanpa adanya orang ahli yang menilai hasil AI tersebut, siapa yang tahu kualitasnya baik atau tidak. Tambahan, semakin cepat dan banyak AI menghasilkan sebuah konten website, semakin malas untuk mengoreksinya.
Ingat, poin penting SEO itu adalah bagaimana Anda ingin dikenal dan terhubung dengan audiens.
Bagaimana Anda yakin AI dapat merepresentasikan Anda dengan tepat jika Anda sendiri malas mereview konten hasil AI?
Bagaimana Anda dapat terhubung dengan audiens, jika salah satu proses pendekatan dalam SEO, yakni membuat konten berkualitas, Anda percayakan sepenuhnya dengan AI? AI yang hanya tool itu?
Membeli Website Lama yang Sudah Berumur
Selanjutnya ada anggapan membeli website lama yang sudah berumur dapat membantu performa SEO lebih baik. Perlu diketahui, dalam SEO praktik ini akrab dengan istilah aged domain.
Orang-orang akan mencari website yang domainnya sebentar lagi akan kedaluwarsa dan melakukan penawaran. Cara ini mungkin efektif apabila Anda memang ingin melanjutkan branding yang sudah ada.
Misalnya Anda ingin membeli website yang membahas SEO yang namanya cukup terkenal tetapi website tersebut sudah lama tidak aktif. Anda membelinya lalu memperbarui konten SEO di dalamnya. Cara seperti ini, mungkin efektif.
Baca Juga: Rekomendasi Tools untuk Mencari Aged Domain Terbaik
Tapi, bagaimana jika Anda membeli website tersebut dan ingin memperbarui kontennya dengan tema kesehatan? Tentu perlu waktu untuk Google mengenali kembali niche website tersebut. Otoritas website yang sudah kental dengan dunia SEO, tentu tidak bisa tiba-tiba bergeser ke dunia kesehatan.
Spam Keyword Utama dan yang Mirip dengan Itu
Terakhir, adalah spam keyword utama dan yang mirip dengan itu. Contohnya, Anda ingin menargetkan kata kunci "Jasa Jual Sepeda Pekanbaru". Anda membuat halaman khusus yang menargetkan kata kunci tersebut.
Tapi, karena Anda minim ilmu SEO, Anda membuat banyak halaman promosi lain yang menargetkan kata kunci seperti :
- "Jasa Jual Sepeda Pekanbaru Terbaik"
- "Jasa Jual Sepeda Pekanbaru Tepercaya"
- "Jasa Jual Sepeda Pekanbaru Terlengkap"
Dan lain-lain.
Cara konyol ini, sebenarnya pernah admin terapkan.
Tetapi, semakin ke sini semakin admin paham bahwa Google itu tidak bodoh. Google itu berisikan orang-orang pintar. Karena itulah Google dapat memahami website dari konteksnya secara luas bukan sekadar dari keyword yang ditargetkan.
Mungkin inilah sebabnya mengapa agency SEO profesional dan berpengalaman seperti Toffedev tidak memuat konten seperti "Apa itu Agency SEO, Agency SEO Adalah", dan lain-lain.
Toffedev - Agency SEO |
Sama halnya ketika Anda mencoba mencari kata kunci "website berita" di kolom pencarian Tempo, tidak akan pernah ada artikel yang memuat judul "Apa itu Website Berita?", "Website Berita Adalah", dan lain-lain.
Google sudah tahu bahwa Tempo itu adalah website berita karena Tempo yang aktif menerbitkan berita-berita kekinian tepercaya, bukan karena Tempo banyak membuat konten yang membahas definisi website berita.
Kesimpulan
![]() |
Infografis - Apakah Ada Jalan Pintas dalam SEO |
Inilah penjelasan lengkap tentang apakah ada jalan pintas di dalam SEO. Jawabannya tidak dan tidak akan pernah ada.
SEO itu adalah tentang konsistensi. Bahkan jika Anda sudah berhasil dikenal seperti yang diinginkan, serta terhubung dengan audiens, SEO tetap harus berjalan.
![]() |
Share IG Konten Stories Naseonal |
"Silakan gunakan gambar di atas jika Anda berminat untuk share konten ini di Instagram Stories. Beritahu admin di kolom komentar apabila Anda sudah share konten ini agar admin dapat melakukan hal yang sama untuk blog Anda".




Tidak ada komentar:
Tulis commentsBerikan komentar yang sopan dan jauh dari kata SARA