Sabtu, 18 Juli 2026

Cara Mengoptimalkan Konten Lama Website

Cara Mengoptimalkan Konten Lama Website

Cara Mengoptimalkan Konten Lama Website

Konten adalah salah satu bagian penting yang harus dapat dioptimalkan ketika Anda menjalankan strategi SEO. Konten yang dimaksud tidak hanya terbatas pada artikel, tetapi juga halaman jasa dan halaman produk.


Dalam proses SEO, konten pada umumnya akan selalu diperbarui. Apalagi jika website yang dijalankan menerapkan konsep content-led SEO.  Dalam periode tertentu, Anda pasti memiliki tekanan kuat untuk segera memproduksi konten baru yang menarik.


Lantas, apakah cara ini efektif untuk meningkatkan metrik SEO?


Jawabannya tergantung pada kualitas dan relevansi konten terhadap audiens yang ingin dituju. Website yang rutin memberikan update konten terbaru tentu akan lebih sering dikunjungi dan diindeks oleh bot Google.


Masalahnya, update konten setiap hari juga memiliki tantangan tersendiri.


Dua di antaranya adalah kualitas konten yang menurun karena tekanan harus menghadirkan konten terbaru dalam waktu yang ditentukan. Kedua adalah besarnya kemungkinan keyword cannibalization.


Didapatkan dari Hita Class, keyword cannibalization adalah kondisi ketika dua atau lebih halaman dalam satu website menargetkan keyword yang sama, sehingga halaman tersebut saling bersaing satu sama lain.


Oleh sebab itu, wajar jika kebanyakan pemilik website lebih memilih memproduksi konten baru dalam jangka waktu yang tidak terlalu ketat, misal dua konten setiap satu minggu. Beberapa yang lain juga lebih memilih untuk mengoptimalkan kembali konten lama.


Opsi kedua lebih sering digunakan terlebih untuk website yang memang tidak terlalu mengedepankan pembaruan konten layaknya website berita.


Di dalam artikel ini, admin akan menjelaskan lebih lanjut tentang manfaat mengoptimalkan konten lama dan cara melakukannya. Jadi, silakan simak baik-baik ya!


Manfaat Mengoptimalkan Konten Lama Website


Prosesnya Lebih Cepat dan Hemat Biaya


Manfaat mengoptimalkan konten lama website yang pertama adalah prosesnya jauh lebih cepat dan hemat biaya jika dibandingkan dengan memproduksi konten yang benar-benar baru. Penulis konten tidak perlu lagi melakukan riset jurnal atau topik konten dari awal.


Selain itu, biaya produksi kontennya akan jauh lebih murah. Hal ini berkaitan erat dengan biaya riset atau pengumpulan data tertentu diperlukan dalam konten, misal data survei berbayar.


Membantu Konten Lama Website Mencapai Performa Terbaik


Manfaat kedua adalah mampu membantu konten lama website mencapai performa terbaik. Manfaat seperti ini umumnya ditargetkan pada konten yang masuk kategori low-hanging fruit keyword.


Baca Juga: Apa itu Low Hanging Fruit Keyword? Simak Penjelasan Lengkapnya di Sini!


Konten website yang mungkin baru muncul di halaman kedua pencarian Google, menjadi lebih perform dan mampu menembus halaman pertama Google.


Mempertahankan Posisi Konten di Halaman Pertama


Manfaat terakhir dari mengoptimalkan konten lama website adalah membantunya agar terus perform di halaman pertama. Ya, Anda pasti ingin konten yang sudah mendapatkan ranking terbaik di Google, dapat terus ranking di sana bukan?


Cara Mengoptimalkan Konten Lama Website


Memperhatikan Kembali Struktur Konten Website


Cara pertama yang bisa Anda terapkan adalah memperhatikan kembali struktur konten website yang ingin dioptimalkan. Pastikan struktur konten website tersebut benar-benar dapat menjawab maksud pencarian dari audiens yang dituju.


Jangan lupa untuk melihat konten kompetitor yang membahas yang sama. Perhatikan seperti apa mereka menuliskan bagian intro, struktur heading, gambar, dan lain sebagainya. Jadikan konten kompetitor yang sudah terbukti ranking sebagai patokan utama. 


Mempertimbangkan Gaya Bahasa yang Lebih Relevan dengan Topik Konten


Cara kedua adalah dengan mempertimbangkan kembali gaya bahasa yang lebih relevan dengan topik konten. Misalnya Anda ingin mengoptimalkan konten lama yang topiknya ada di kategori lifestyle.


Setelah Anda baca ulang, konten tersebut memiliki gaya bahasa yang kaku dan tidak luwes, terlebih jika dibandingkan dengan konten serupa dari konten kompetitor. Anda tentu bisa mengganti gaya bahasanya.


Mengubah Page Titles dan Meta Description Jadi Jauh Lebih Menarik Jika Diperlukan


Selanjutnya adalah dengan memberikan perubahan pada page titles dan meta description yang jauh lebih menarik. Tentu saja perubahan pada kedua bagian konten ini harus disesuaikan dengan konteks konten website. Lakukan perubahan apabila memang diperlukan.


Sekadar informasi tambahan, meta description (keterangan yang muncul di bawah judul hasil pencarian di Google) bukanlah salah satu faktor yang menentukan ranking konten. John Mueller, Search Advocate Google yang mengatakannya.


Google memang suka mengganti meta description yang diberikan. Tapi, John Mueller juga tidak mengatakan bahwa menulis meta description adalah tindakan sia-sia. Malah sebaliknya, itu adalah cara terbaik untuk quality control.


Silakan baca lebih lengkap insight menarik di LinkedIn Arifah Dona, Dona Talks


Memberikan Internal Link Konten Relevan


Berikutnya, tambahkan internal link dari konten yang sedang dioptimalkan menuju halaman lain yang relevan. Usahakan untuk memberikan opsi Open Link in New Tab pada internal link tersebut. Hal ini dimaksudkan untuk memaksimalkan dwell time website.


Semakin banyak konten lain yang relevan serta disajikan dalam konten, maka semakin besar pula peluang konten mendapatkan engagements (scroll, page views, dan click) yang maksimal. 


Memberikan Referensi Konten dari Sumber Tepercaya


Mirip dengan sebelumnya, tetapi referensi yang diberikan berasal dari website luar. Kita dapat menyebutnya dengan istilah outbound link. Berikan referensi konten yang relevan dan bersumber dari media tepercaya.


Baca Juga: Cara Memberikan Backlink yang Baik


Selain membantu konten memberikan pengalaman baik pada pengunjung, cara ini juga dapat membantu Anda di-notice oleh media tertaut. Syukur jika backlink yang Anda berikan masuk ke dalam kategori Best Link untuk mereka. 


Memperbarui Informasi yang Ada di Dalamnya


Terakhir adalah dengan menambahkan informasi baru di dalam konten lama website tersebut. Cara ini sering digunakan untuk dapat membantu konten memenuhi salah satu kriteria konten yang ramah AI overview, information gain.


Baca Juga: Kata Kunci yang Cocok untuk Optimasi Konten di AI Overview


Berdasarkan keterangan dari DailySEO, information gain adalah nilai unik, berbeda, dan informatif yang ditambahkan oleh penulis ke dalam konten.


Ada banyak alasan mengapa elemen ini wajib dipastikan, salah satunya adalah karena update Google Helpful Content yang mendukung artikel yang diisi dengan tulisan original penulisnya. Termasuk ke dalam hal ini adalah pemberian gambar atau elemen multimedia lain yang unik.


Kesimpulan

Infografis Naseonal Cara Mengoptimalkan Konten Lama Website

Infografis - Cara Mengoptimalkan Konten Lama Website

Inilah penjelasan lengkap tentang bagaimana cara mengoptimalkan konten lama website.


Pada dasarnya, cara ini dapat dilakukan pada konten yang memang memerlukan pembaruan saja. Besar pembaruan yang dilakukan tergantung kualitas konten lama tersebut.


Akhir kata, admin Naseonal.com mengucapkan terima kasih kepada para pembaca karena sudah membaca artikel "Cara Mengoptimalkan Konten Lama Website" sampai akhir.


Apabila Anda terbantu dengan penjelasan ini, admin berharap Anda juga dapat membagikannya kepada teman atau orang lain yang sekiranya membutuhkan.


Khusus Teman Blogger di Grup WhatsApp I'am Blogger

Instagram Stories Naseonal Tentang Cara Optimasi Konten Lama Website

Share Konten IG Stories Naseonal


Teruntuk satu orang yang dapat memberikan komentar menarik dan relevan berkaitan dengan isi konten di atas, admin akan sharing konten blog Anda dengan desain Instagram Stories seperti di atas di Instagram pribadi @andrimarzaakhda dan @nikunews

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Tulis comments

Berikan komentar yang sopan dan jauh dari kata SARA

Back to Top