Berita SEO Terbaru: John Mueller Sebut Bahwa SEO Konvensional Tidak Bisa Diabaikan Meski di Era AI
![]() |
John Mueller Sebut Bahwa SEO Konvensional Tidak Bisa Diabaikan Meski di Era AI |
John Mueller adalah Search Advocate sekaligus pemimpin Search Relations dari perusahaan informasi terbesar di dunia, Google. Ya, Google, search engine nomor satu di dunia mengalahkan banyak search engine lainnya termasuk Bing dari Microsoft.
Dalam prosesnya, John bertugas memastikan setiap lapisan penting dalam industri informasi, dimulai dari tim teknik Google, pembuat dan pengembang web, pembaca website, serta praktisi SEO mendapatkan pengalaman yang berkualitas.
John aktif memberikan informasi segar kepada setiap lapisan penting industri informasi, terutama praktisi SEO tentang bagaimana caranya melakukan optimasi web yang baik.
Ia aktif melakukannya di sesi video Google Search Central, LinkedIn, dan Reddit.
Terbaru, dalam video YouTube bertajuk "John Mueller talking on Search & AI at Search Central Deep Dive Europe 2026" di Hotel Catalonia Barcelona Plaza, John memberikan banyak informasi penting mengenai perkembangan SEO di era AI.
Baca Juga: Kriteria Konten yang Bisa Tembus AI Overview
Lantas, apa saja informasi penting tersebut? Silakan simak baik-baik artikel ini ya!
1. Jangan FOMO Pada Tren SEO yang Sedang Populer
David Iwanow sebagai pewawancara bertanya kepada John mengenai tren artikel listicle untuk membantu website lebih mudah mendapatkan sitasi dari chatbot AI.
Artikel listicle atau sering disebut listicle saja, adalah artikel yang terdiri dari poin bernomor terhadap topik tertentu. Contohnya seperti "7 Perusahaan Sawit yang Terbukti bla-bla" atau "7 Dosa Besar Pria Sawit".
Artikel seperti ini memang efektif memancing rasa penasaran dan klik dari audiens.
Namun, John mengatakan bahwa masalah utama yang harus Anda pikirkan adalah kualitas dan tujuan pembuatan konten. Jika listicle memang dapat membantu audiens mendapatkan pengalaman baca atau pemahaman bisnis yang lebih baik, maka itu dapat dilakukan.
John mengatakan bahwa hanya karena strategi A terlihat efektif untuk beberapa website, bukan berarti strategi itu juga efektif untuk website yang lain.
2. Hati-Hati Jika Anda Memilih Penyedia Jasa SEO Termasuk yang Senang Menjual "Strategi SEO Berbasis AI"
John menjelaskan bahwa tidak semua penyedia Jasa SEO dapat dipercaya, terlebih di era AI. Dulu, tidak sedikit praktisi SEO nakal yang menerapkan strategi keyword stuffing, menggunakan kata kunci tidak terlihat oleh pengunjung, dan lain sebagainya.
Apalagi di era AI. Hanya karena penyedia Jasa SEO tertentu mengimingi-imingi Anda strategi SEO berbasis AI, bukan berarti layanannya dapat dipercaya.
John tetap menekankan kepada Anda untuk mengedepankan dampak yang bisa didapatkan ketimbang gembar-gembor strategi ini dan itu. Berikut adalah beberapa poin penting yang mesti Anda tanyakan ketika ingin memesan jasa SEO:
- Apa saja strategi SEO yang akan diterapkan di setiap bulan?
- Mengapa strategi SEO tersebut dipilih?
- Bagaimana hasil strategi SEO tersebut dapat diukur?
- Apakah strategi yang diterapkan mampu memberikan manfaat bagi bisnis?
- Apakah ada risiko yang perlu diketahui?
3. Produksi Konten Massal dengan AI Bukanlah Opsi yang Baik
Hal penting ketiga yang disampaikan oleh John adalah jangan pernah khawatir akan website yang mampu memproduksi ratusan hingga ribuan konten baru dengan cepat. Cara seperti ini sebenarnya sudah ada sejak dulu.
Hanya saja sekarang dengan AI, pekerjaan menjadi jauh lebih cepat. Apakah website dengan jumlah konten yang sangat besar dapat menjadi keunggulan tersendiri? Tentu saja tidak.
John dengan tegas mengatakan bahwa banyaknya konten yang diterbitkan bukanlah fokus utama dari SEO. Fokus utama yang harus dikedepankan oleh pemilik website adalah memastikan konten memiliki tujuan yang jelas serta mampu memberikan manfaat nyata.
4. Redirect Dapat Memengaruhi Aspek di Luar SEO
John menjelaskan bahwa ia jarang menemukan website yang mengalami masalah hanya karena memiliki rantai redirect yang panjang. Misalnya website HTTP yang berpindah ke HTTPS, dari format www menjadi www..
Meskipun demikian, John tetap mengatakan bahwa redirect tidak bisa diabaikan begitu saja. Jika website mengalami masalah pada canonical atau pengindeksan di Search Console, redirect dapat menjadi salah satu aspek yang bisa Anda evaluasi.
John menerangkan bahwa redirect memiliki pengaruh besar terhadap pengalaman pengguna. Jika redirect menjadikan akses konten pengunjung begitu lama, maka pengalaman yang didapatkan tentu tidak akan menyenangkan.
5. Pengaturan URL Parameter di Search Console Sudah Dihentikan
Hal penting selanjutnya yang dijabarkan oleh John Mueller adalah fitur pengaturan URL parameter di Search Console yang sudah dihentikan dan tidak akan dikembalikan. Fitur ini sebelumnya dapat membantu pemilik website menangani masalah parameter pada URL tertentu.
Lalu, mengapa fitur ini dihentikan?
Google telah mengembangkan sistemnya sehingga mampu memahami dan menangani banyak parameter URL sekaligus secara otomatis. Pembaruan ini menjadikan pemilik web tidak lagi harus mengatur setiap parameter secara manual.
Meski begitu, URL parameter tetap perlu diperhatikan, terutama ketika website memiliki terlalu banyak variasi URL yang tidak diperlukan. John menyebutkan bahwa akses ke log server dapat membantu praktisi SEO memahami bagaimana crawler mengakses URL tersebut.
6. Crawl Stats Jadi Fitur yang Jarang Dimanfaatkan di Search Console
Dalam acara ini, John Mueller juga berbagi satu fakta unik. Fakta unik tersebut adalah fitur laporan Crawl Stats Search Console yang jarang atau kurang dapat dimaksimalkan pengguna. John tentu sangat menyayangkan hal ini.
Wajar, karena fitur ini membantu pemilik website memahami cara kerja Googlebot dalam melakukan crawling website. Dari crawl stats, Anda dapat melihat jumlah permintaan crawling, ukuran data yang diunduh, hingga waktu respons server.
Fitur ini dapat menjadi pendamping sempurna dari fitur Search Console lainnya yakni Laporan Performa dan Pengindeksan.
7. Technical SEO Akan Terus Relevan di Era AI
Terakhir adalah technical SEO yang masih akan terus relevan meski di era AI sekalipun. Statement ini dikeluarkan setelah David Iwanow bertanya tentang GEO & AEO yang dianggap tidak lagi relevan.
Hal ini ia tanyakan setelah sebelumnya John menjelaskan bahwa membuat halaman markdown khusus AI Search Google tidak diperlukan. John menjawab bahwa AI memang memiliki sistem crawling yang berbeda dengan mesin pencarian biasa.
Namun, John menjelaskan bahwa perbedaan tersebut muncul karena variasi dari penerapan technical SEO. Ia juga menekankan bahwa banyak sistem AI dibangun di atas fondasi SEO. Artinya fokus praktis SEO dari tahun ke tahun kurang lebih sama.
Yakni memastikan websitenya mudah diakses dan dipahami oleh audiens melalui berbagai jenis mesin pencarian.
Anda dapat melihat lebih banyak penjelasan John Mueller melalui video di bawah ini:
Kesimpulan
![]() |
Infografis - Pendapat John Mueller Tentang SEO di Era AI |
Inilah penjelasan lengkap tentang berita SEO terbaru dari John Mueller yang menyinggung soal SEO di era AI.
Dari sekian banyak poin penting yang diutarakan oleh John, poin bahwa SEO tradisional tetaplah bagian yang tidak bisa terpisahkan meski di era AI, yang paling admin sukai. Bagaimana tidak?
Saat ini ada banyak praktisi SEO yang gemar jualan label "SEO AI", tanpa benar-benar mengerti apa yang menjadi fokus utama dari SEO.
Parahnya lagi, AI yang memang dapat memberikan ilusi ahli, menjadikan banyak orang yang tidak paham SEO, tetiba saja menjadi orang yang paham SEO sejak lahir.
Bahkan, dalam dunia pekerjaan, admin sempat mendapatkan feedback yang mengatakan artikel buatan admin, "kurang GEO" hanya gara-gara intronya tidak pendek, paragrafnya lebih dari 2 kalimat, dan tidak ada sesi FAQ-nya.
Sangat sulit untuk menyadarkan orang-orang seperti ini.
Baca Juga: Benarkah Konten AI Tidak Baik untuk SEO?
Akhir kata, admin Naseonal.com mengucapkan terima kasih kepada para pembaca karena telah membaca artikel "John Mueller Sebut Bahwa SEO Konvensional Tidak Bisa Diabaikan Meski di Era AI" sampai akhir.
Apabila Anda terbantu dengan penjelasan ini, admin berharap Anda juga dapat membagikannya kepada teman atau orang lain yang sekiranya membutuhkan.
Khusus Teman Blogger di Grup WhatsApp I'am Blogger
![]() |
Share IG Stories Naseonal |
Teruntuk satu orang yang dapat memberikan komentar menarik dan relevan berkaitan dengan isi konten di atas, admin akan sharing konten blog Anda dengan desain Instagram seperti di atas di Instagram pribadi @andrimarzaakhda dan @nikunews.




Tidak ada komentar:
Tulis commentsBerikan komentar yang sopan dan jauh dari kata SARA