Jumat, 21 Agustus 2026

Apakah SEO dan GEO itu Benar-Benar Berbeda atau Sama Saja?

Apakah SEO dan GEO itu Benar-Benar Berbeda atau Sama Saja

Apakah SEO dan GEO itu Benar-Benar Berbeda atau Sama Saja

SEO adalah kependekan dari Search Engine Optimization. Metode optimasi website agar tampil di urutan teratas halaman pertama hasil pencarian search engine, terutama Google. Setidaknya itulah pengertian SEO yang kita ketahui sebelum era AI dimulai.


Ya, saat ini Artificial Intelligence tidak lagi sekadar mesin pintar dalam komputer, laptop, atau perangkat digital, tetapi dapat digunakan sebagai produk akhir (Generative AI) dalam berbagai layanan SaaS atau ChatBot, SEO banyak dipandang berubah arah.


Tidak sedikit yang mengatakan bahwa saat ini adalah eranya GEO (Generative Engine Optimization) dan SEO sudah layak ditinggalkan. Lantas, apakah anggapan ini benar? Apakah SEO dan GEO adalah dua hal yang berbeda?


Silakan simak baik-baik artikel ini untuk mendapatkan jawaban lengkapnya!


Pengertian SEO dan GEO


Seperti yang sudah kita ketahui bersama, SEO adalah kependekan dari Search Engine Optimization. Salah satu jenis channel marketing populer di mana website menjadi media utamanya. Di dalamnya, kita akan menemukan setidaknya empat metode utama.


Empat metode yang dimaksud adalah On Page SEO, Off Page SEO, Local SEO, dan Technical SEO. Empat metode ini memiliki banyak jenis atau teknik turunannya masing-masing. Semuanya harus dapat Anda jalankan secara berkualitas, berkala, dan konsisten.


Lalu, bagaimana dengan GEO?


GEO adalah kependekan dari Generative Engine Optimization. Metode optimasi website agar dapat menjadi rekomendasi atau referensi jawaban dari mesin pencarian informasi berbasis AI. Contohnya seperti ChatGPT, Gemini, dan Perplexity.


Dari penjelasan pengertian keduanya di atas, dapat kita pahami bahwa SEO dan GEO memiliki perbedaan mendasar pada tujuan akhir.


Tujuan akhir SEO adalah agar website dapat tampil di search engine, sedangkan GEO bertujuan agar website dapat tampil di model LLM (Large Language Model).


Selain dari pengertian, perbedaan keduanya juga dapat dilihat dari cara kerja dalam menampilkan sebuah informasi. Google dengan AI Overviews dan AI Mode bekerja memanfaatkan mekanisme query fan-out.


AI Overview Naseonal

AI Overview Naseonal

Mekanisme ini memungkinkan Google melakukan beberapa pencarian dari banyak sumber terkait informasi terbaru untuk satu pertanyaan tertentu. AI akan mengambil informasi unik tertentu dari website A, B, C, untuk kemudian menjadi satu konten ringkasan baru.


Adapun pencarian tersebut dilakukan pada search index yang dimiliki oleh Google.


GEO Tetap Bagian dari SEO


Meskipun berbeda tujuan dan cara kerja, faktanya GEO tetaplah bagian dari SEO.


Hal ini wajar mengingat sebuah website tidak dapat menjadi rekomendasi atau referensi jawaban AI apabila website tersebut tidak memiliki struktur jelas, konten berkualitas, dan kredibel.


Tiga kriteria ini termasuk ke dalam parameter SEO friendly untuk website. Artinya, Anda tidak bisa menjamin websitenya tampil sebagai jawaban AI apabila proses SEO tidak dilakukan secara berkala dan konsisten.


Status LinkedIn Joe Handaya Salah Satu Pakar SEO Ternama

Status LinkedIn Joe Handaya Salah Satu Pakar SEO Ternama

Oleh sebab itu, lucu jika ada banyak orang mengatakan bahwa mereka ahli GEO tapi ilmu SEO yang dimilikinya tidaklah seberapa. Joe Handaya, salah satu pakar SEO ternama Indonesia sering mengkritik bagaimana orang-orang menjadikan kedua istilah ini 100% berbeda.


Apabila seseorang mengatakan bahwa GEO itu tentang bagaimana website mendapatkan sitasi atau rekomendasi website kredibel, maka kita cukup bilang bahwa di SEO, cara ini disebut backlink.


Ada banyak teknik yang disebut sebagai teknik GEO khusus, padahal tidak sama sekali. Google bahkan sudah memberikan penjelasan dalam dokumentasinya terkait beberapa teknik yang oleh sebagian pihak dianggap sebagai ‘taktik GEO khusus’.


Berikut adalah lima taktik populer yang disebut sebagai "taktik GEO khusus", didapatkan dari buletin viSEOner:


Membuat File Khusus LLMs.txt


LLMs Txt - Salah Satu Teknik yang Dianggap Khusus untuk GEO

LLMs Txt - Salah Satu Teknik yang Dianggap Khusus untuk GEO

"Taktik GEO khusus" yang sering dipercaya oleh GEObros pertama, meminjam istilah dari Mas Joe, adalah membuat file khusus LLMs.txt. Tujuannya agar website mudah ditemukan oleh AI.


Apakah benar demikian? Tentu saja tidak. Google bukanlah mesin KURENG yang mengharuskan kita untuk memasang file khusus agar website mudah masuk ke AI, contohnya AI Overview.


Contoh nyatanya dapat Anda lihat di website admin. Admin sama sekali tidak menambahkan file khusus LLMS.txt.


Chunking


Selanjutnya ada Chunking. Chunking adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan konten website yang setiap paragrafnya hanya berisikan satu atau dua kalimat.


Teknik seperti ini dianggap oleh GEObros sebagai taktik GEO paling ampuh. Anggapannya mungkin agar sistem AI lebih mudah dan cepat memahami konten yang disajikan.


Padahal, paragraf yang terdiri lebih dari dua kalimat juga tidak menjadi masalah. Yang paling penting adalah setiap kalimat di paragraf konten Anda mudah dipahami, nyaman dibaca, dan ide per paragrafnya runut. 


Membuat Konten Format Khusus AI


Selanjutnya adalah dengan membuat konten dengan format khusus. Misalnya konten artikel harus memuat kata kunci di bagian intro. Intro artikel harus pendek dan harus langsung menjawab pertanyaan pengguna kata kunci.


Subheading konten harus dibuat dalam bentuk pertanyaan, harus ada section FAQ (Frequently Asked Question) khusus. Apakah ini benar? Tidak sepenuhnya.


Tidak ada format khusus agar konten mudah menjadi referensi jawaban AI. Tapi, apakah ini artinya Anda tidak bisa menggunakan format "konten GEO khusus"? Tentu saja bisa asal tidak diikuti dengan keyakinan wajib seperti itu.


Mendapatkan Banyak Brand Mention


Menjelang akhir, adalah dengan memperbanyak brand mention, baik itu dari website, forum, atau media sosial.


Taktik ini bukanlah taktik khusus dalam GEO, mengingat di SEO pun juga ada yang beginian. Menganggap taktik ini sebagai taktik khusus dalam GEO, jelas kurang tepat.


Tambahan lainnya, Google tidak memperhatikan kuantitas brand mention, melainkan kualitas brand mention. 


Menambahkan Structured Data Khusus


Terakhir adalah dengan menambahkan structured data khusus. Google tidak pernah memberikan konfirmasi bahwa sebuah website harus dipasangi schema markup khusus agar mudah tampil di generative AI-nya.


Secara garis besar, sebuah website tetap dapat menjadi rekomendasi atau referensi jawaban dari AI asalkan website tersebut SEO-friendly.


Pengkategorisasian SEO dan GEO Bukanlah Masalah Besar


Pada akhirnya, pengkategorisasian SEO dan GEO ini bukanlah masalah besar. GEO adalah bagian dari branding baru SEO di era AI. Ini sama halnya ketika seseorang mengatakan New SEO vs Old SEO.


Ketika kita mencari tahu apa saja taktik SEO yang disebut sebagai bagian dari strategi New SEO, Anda pasti menyadari bahwa taktik tersebut tidak benar-benar baru.


Taktik yang disebutkan ternyata hanya mengulang penjelasan lama dengan gaya bahasa yang baru.


Misalnya, konten tidak boleh lagi dibuat hanya sekadar hasil ATM (Amati Tiru Modifikasi), tapi harus mengandung informasi baru. Timbullah istilah baru seperti information gain.


Apakah information gain ini termasuk strategi New SEO yang benar-benar New? Tidak juga. Karena Google secara tersirat sudah memberikan penjelasan ini pada sistem Google Helpful Content.


Sistem ini dibuat Google agar penggunanya bisa menemukan informasi yang asli, berguna, dan benar-benar bermanfaat, bukan sekadar dibuat untuk menaikkan ranking di Google. Lalu, konten seperti apa yang dapat memenuhi kriteria itu?


Tentu saja konten yang unik dan memuat informasi baru yang berbeda dari kebanyakan sumber lainnya. Informasi baru ini tentu harus berasal dari sumber yang kredibel.


Lantas, apakah pengkategorisasian New SEO dan Old SEO adalah sesuatu yang salah atau keliru? Sama seperti pengkategorisasian SEO dan GEO, jawabannya tentu saja tidak. Menjadi keliru apabila Anda menganggap keduanya 100% berbeda.


Jangan terlalu fokus pada pengkategorisasian.


Yang perlu Anda tanyakan adalah "Apakah website saya memiliki tampilan yang user friendly, memiliki konten berkualitas yang mudah dipahami dan dibutuhkan, serta dapat dipercaya oleh orang banyak?"


Sebuah pertanyaan klasik dalam SEO.


AI-Friendly is Stupid 


Hadirnya istilah GEO ini memang menjadi beban tersendiri untuk banyak pakar SEO. Mengapa? Karena secara tidak langsung pakar SEO memiliki tanggung jawab moral menyadarkan bahwa GEO bukanlah bagian terpisah dari SEO.


Alih-alih fokus memastikan website bisnisnya sudah SEO friendly, beberapa orang terutama pebisnis pemula coba mengabaikan penerapan ilmu SEO dan berharap websitenya menjadi rekomendasi jawaban AI. 


Peralihan fokus ini terjadi karena kebanyakan dari mereka termakan pesan bahwa GEO adalah bagian terpisah dari SEO.


Lebih parahnya lagi, beberapa orang bahkan mengganti orientasi mereka dari membuat konten yang SEO-friendly, yang itu juga pastinya Human Friendly, menjadi AI-Friendly.


Oleh sebab itu, wajar jika saat ini kita banyak menemukan tulisan AI bertebaran di mana-mana. Intro artikel yang tidak manusiawi, terlalu banyak majas, bahkan gaya bahasa seperti sok kenal sok dekat, sering kita temukan.


AI Slop - Istilah untuk Konten Berkualitas Rendah yang Dihasilkan dari AI

AI Slop

Perubahan orientasi ini menjadikan banyak pebisnis, terutama yang memang tidak memiliki skill menulis apalagi taste dalam membaca tulisan bagus, 99% mengandalkan generative AI seperti ChatGPT, Claude, Gemini, dalam membuat konten.


Pakar SEO Indonesia lainnya, yakni Ilman Akbar, secara tidak langsung mengatakan bahwa orientasi SEO tidak pernah berubah dari SEO friendly ke AI friendly dalam salah satu Reels Instagram.


Beliau mengatakan bahwa orientasi SEO tetap adalah membuat konten yang ramah pembaca. Bahkan, ia menegaskan bahwa peran content writer semakin vital saat ini.


Hal ini wajar mengingat bagus atau tidaknya hasil AI, sangat bergantung dari pengguna dan penilainya. Hal yang sama juga berlaku untuk copywriter.


AI tidak dapat diandalkan untuk riset copy ads real time, dengan gaya bahasa yang mudah dimengerti. Oke, AI memang bisa membantu Anda membuat copy ads yang asik, tapi jujur saja, kadang copy ads yang dihasilkan oleh AI terkesan sok dekat dengan audiens.


Ciri copy ads buatan AI yang paling kentara penggunaan frasa yang pendek, tetapi kesannya terlalu memaksa, tiba-tiba, dan jauh dari konteks konten yang ingin dikembangkan. Contohnya: Bagus itu Wajib, Lead Itu Tujuan.



Mungkin sebagian dari Anda berpikir bahwa konten atau copy ads hasil AI jelek karena promptnya yang tidak detail.


Oke, terus bagaimana Anda menilai hasil konten atau copy ads itu jika Anda tidak punya taste dalam menulis? Postingan Instagram di bawah ini, menurut admin saya cukup untuk menyadarkan bahwa tidak hal dapat diotomatisasi, termasuk taste.



Kesimpulan


Infografis SEO dan GEO

Infografis - SEO dan GEO

Inilah penjelasan lengkap mengenai SEO dan GEO. Perbedaan di antaranya terletak pada tujuan dan cara kerja. Meskipun demikian, keduanya adalah satu kesatuan yang sama. GEO adalah bagian dari SEO tetapi hanya berbeda tujuan.


Menganggap keduanya berbeda dan GEO benar-benar butuh penerapan taktik khusus tidaklah tepat.


Akhir kata, admin Naseonal.com mengucapkan terima kasih kepada para pembaca karena sudah membaca artikel "Apakah SEO dan GEO itu benar-benar berbeda atau sama saja?" sampai akhir.


Apabila Anda terbantu dengan penjelasan ini, admin berharap Anda juga dapat membagikannya kepada teman atau orang lain yang sekiranya membutuhkan.


Khusus Teman Blogger di Grup WhatsApp I'am Blogger


Instagram Stories Naseonal Tentang SEO dan GEO

Share IG Konten Stories Naseonal


Teruntuk satu orang yang dapat memberikan komentar menarik dan relevan berkaitan dengan isi konten di atas, admin akan sharing konten blog Anda dengan desain Instagram seperti di atas di Instagram Pribadi @andrimarzaakhda dan @nikunews.

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Tulis comments

Berikan komentar yang sopan dan jauh dari kata SARA

Back to Top