Sabtu, 22 November 2025

Apa itu LSI Keyword? Manfaat, Contoh Nyata, Cara dan Tips Penggunaannya

Apa itu LSI Keyword Manfaat, Contoh Nyata, Cara dan Tips Penggunaannya

Apa itu LSI Keyword Manfaat, Contoh Nyata, Cara dan Tips Penggunaannya

Satu dari sekian banyak metode optimasi konten untuk keperluan SEO adalah memaksimalkan LSI keyword. Apa itu LSI keyword? Istilah ini sebelumnya telah admin singgung pada artikel "Apakah Keyword Density Masih Relevan untuk Kampanye SEO?"


Di artikel tersebut admin menjelaskan bahwa LSI keyword adalah cara terbaik yang lebih relevan untuk optimasi konten sebagai bagian dari kampanye SEO. Hal ini wajar mengingat LSI keyword memungkinkan konten untuk ranking di banyak kata kunci.


Baca Juga: Apakah Keyword Density Masih Relevan?


Lantas, apa sih LSI keyword itu min? Apa saja manfaatnya, contoh nyata, cara dan tips penggunaannya? Semua pertanyaan ini akan admin bahas lengkap di dalam artikel. Jadi, silakan simak baik-baik ya!


Apa itu LSI Keyword?


Menurut M Target, LSI Keyword adalah singkatan dari Latent Semantic Indexing Keyword. Istilah ini mengacu pada hubungan semantik dari kata kunci utama konten. Contohnya kata kunci 'kopi' yang memiliki hubungan semantik dengan kata kunci 'cafe'.


Nah, terkait dengan hubungan semantik sendiri, Anda bisa menemukan banyak jenisnya. Secara umum, hubungan semantik sebuah kata dapat dipelajari dalam lima jenis utama. Lima jenis utama tersebut adalah:


- Sinonimi: Hubungan semantik yang menggambarkan makna mirip atau sama antara kata-kata yang digunakan. Contohnya kata 'pintar' dan 'cerdas'.


- Antonimi: Hubungan semantik yang menggambarkan makna kata berlawanan. Misalnya 'Bagus' dan 'Jelek'.


- Hiponimi dan Hiperonimi: Hubungan semantik antara kata yang lebih spesifik (hiponim) dan kata yang lebih umum (hiperonim). Contohnya bisa seperti kata kunci 'Jasa Optimasi Website' dengan kata 'Jasa SEO'. Kata 'Jasa SEO' jelas tergolong ke dalam hiperonim.


- Polisemi: Hubungan semantik yang menggambarkan suatu kata memiliki beberapa makna yang terkait. Contohnya kata 'Atasan' yang bisa berarti pemimpin, pakaian, bagian dari sesuatu yang lain.


- Homonimi: Hubungan semantik yang menggambarkan kata yang memiliki bentuk yang sama tetapi makna berbeda dan tidak terkait. Contoh katanya seperti 'Bisa' yang dapat berarti racun atau menggambarkan sebuah kemampuan.


Dari yang admin pelajari, umumnya LSI keyword yang diterapkan meliputi jenis sinonimi, hiponim dan hiperomimi, dan terkadang polisemi.


Dari sini mungkin Anda jadi kembali membuka kembali lembaran ingatannya saat mempelajari Bahasa Indonesia ya. Ya, ini adalah pelajaran favorit admin saat berada di bangku sekolah dulu.


Manfaat LSI Keyword untuk Kampanye SEO


Ada banyak manfaat yang bisa Anda dapatkan dari LSI keyword ini untuk kampanye SEO website. Beberapa di antara sekian banyak manfaat tersebut seperti:


Membantu Konten Relevan dengan Konteks Pencarian Pengguna yang Lebih Luas


LSI keyword dapat membantu konten untuk tidak hanya perform pada satu kata kunci saja. Konten yang mengoptimalkan LSI keyword mampu menangkap konteks pencarian pengguna yang lebih luas.


Ini artinya konten Anda bisa saja ranking untuk dua atau lebih kata kunci berbeda yang memiliki makna yang sama. Hal ini juga berkaitan dengan tampilan konten di jangkauan pencarian yang lebih luas. 


Meningkatkan Kualitas Konten


Manfaat kedua dari LSI keyword adalah mampu meningkatkan kualitas konten. Hal ini wajar mengingat LSI keyword menjadi konten jauh lebih natural. Selain itu, Anda sebagai penulis konten tidak perlu susah payah mengoptimalkan keyword density agar kelihatan natural.


Konten Anda menjadi lebih enak dibaca dan luwes.


Membantu Konten Website Mendapatkan Traffic yang Lebih Banyak


Berkesinambungan dengan manfaat yang pertama, konten yang mampu ranking di banyak kata kunci tentu saja akan mendapatkan traffic yang lebih banyak.


Anda jadi punya banyak cara untuk mengoptimalkan sebuah konten jika nantinya konten tersebut tidak perform untuk kata kunci utama yang dimaksudkan. Metode content marketing Anda jadi jauh lebih fleksibel.


Membantu Anda untuk Menghindari Keyword Stuffing


Sama seperti manfaat keyword density di masa-masa awalnya, LSI keyword dapat membantu menghindari keyword stuffing.


Apa itu keyword stuffing? Didapatkan dari DailySEO, keyword stuffing adalah cara yang dilakukan untuk memanipulasi ranking dan tidak memberikan manfaat sama sekali bagi user.


Cara yang dilakukan yakni dengan memasukkan kata kunci utama sebanyak-banyaknya di dalam konten. Cara ini termasuk ke dalam teknik hitam SEO, atau biasa kita sebut sebagai Black Hat SEO. Teknik ini jelas sudah lama Google basmi.


Google membasmi konten yang menggunakan teknik ini untuk sulit terindeks melalui algoritmanya yang canggih. Salah satunya adalah algoritma Hummingbird.


Keterangan Google Terkait Keyword Stuffing

Keterangan Google Terkait Keyword Stuffing


Contoh Nyata LSI Keyword


Coba Anda lihat dua screenshot SERP (Search Engine Results Page) di bawah ini.


Contoh Nyata LSI Keyword di SERP

Contoh Nyata LSI Keyword di SERP


Contoh Nyata LSI Keyword di SERP

Contoh Nyata LSI Keyword di SERP

Terlihat jelas konten dari web Creativism berhasil perform untuk dua kata kunci yang berbeda tetapi memiliki hubungan semantik yang kuat. 'Rekomendasi Blog' dan 'Referensi Web' menggambarkan hubungan semantik berjenis sinonimi.


Hal yang sama juga berlaku untuk web English-Academy dan Cakap yang berhasil perform untuk dua kata kunci berbeda tetapi memiliki hubungan semantik yang kuat. Kata 'Les' dan 'Kursus' juga menggambarkan hubungan semantik berjenis sinonimi.


Cara dan Tips Penggunaan LSI Keyword


Sebenarnya, kebanyakan SEO Writer tidak menargetkan di bagian mana saja dan berapakah jumlah LSI keyword harus ditampilkan di dalam konten.


Kebanyakan proses optimasi LSI keyword pada sebuah konten terjadi tanpa disengaja alias di bawah alam bawah sadar penulis. Inilah yang menjadikan konten natural. Contohnya seperti konten di Creativism di bawah ini.


Konten Creativism Daftar Website Belajar Copywriting

Konten Creativism Daftar Website Belajar Copywriting

Konten ini sama sekali tidak menyertakan kata referensi atau rekomendasi dalam jumlah yang besar. Kata referensi hanya ditemukan sekali, itu pun dibuat oleh pengunjung dalam kolom komentar.


Sedangkan kata rekomendasi hanya muncul satu kali. Bila diteliti lebih detail kata 'Rekomendasi Blog' dan 'Referensi Web' sama sekali tidak muncul. Lantas, apakah ini artinya secara 'default' SEO Writer sudah menerapkan LSI keyword?


Jawabannya IYA.


Apakah ini artinya penggunaan LSI keyword tidak dapat direncanakan? Jawabannya tidak juga.


Penggunaan LSI keyword untuk konten tetap harus dilaksanakan. Tetapi soal konten tampil di kata kunci tertentu, itu urusan Google, bukan urusan saya. Secara garis besar, metode optimasi LSI keyword hampir dengan metode Keyword Density.


Di mana LSI keyword harus dimasukkan beberapa kali di dalam bagian-bagian penting konten. Contohnya seperti ditampilkan di:


- Beberapa kali di postingan. Semisal Anda ingin membuat konten yang tertuju pada kata kunci 'Rekomendasi Sepeda Anak Terbaik untuk Hadiah Akhir Tahun'.


Anda bisa membuat keterangan seperti di bawah ini setelah subheading konten:


Judul: Rekomendasi Sepeda Anak Terbaik untuk Hadiah Akhir Tahun

Intro

Heading 2: Sepeda A

Rekomendasi sepeda anak pertama adalah ...

Heading 2: Sepeda B

Referensi sepeda untuk anak selanjutnya adalah...


Tentu saja dengan catatan konten masih tetap natural dan enak dibaca.


- Disematkan sebagai keterangan alt text image, nama file, dan judul gambar. Alt text image adalah teks alternatif yang hanya dapat dibaca oleh crawler dan baru dapat dibaca apabila gambar gagal dimuat oleh server.


Cara Memaksimalkan LSI Keyword

Cara Memaksimalkan LSI Keyword

Teks ini memiliki fungsi kuat untuk aksesibilitas konten.


- Judul konten. Perhatikan baik-baik gambar SERP yang menampilkan konten website English-Academy.


Di situ Anda akan melihat bahwa mereka menggunakan dua kata kunci berbeda tetapi memiliki hubungan semantik yang kuat dalam satu judul yang sama. Kursus & Les Bahasa Inggris Online-Offline Interaktif.


Pertanyaan terakhir nih min.


Bagaimana jika sudah menggunakan konsep LSI keyword, tetapi konten tidak tampil sama sekali di LSI keyword tertarget?


Jawabannya sederhana. Google lebih tahu kualitas konten Anda dan di kata kunci manakah konten Anda layak ditampilkan.


Apabila konten Anda tidak tampil di LSI Keyword tertarget yang sangat Anda inginkan, maka Anda bisa membantu Google untuk lebih memahami konteks tujuan konten. Anda bisa melakukan itu dengan melakukan teknik supporting content.


Baca Juga: Rekomendasi Tools Keyword Density untuk Kampanye SEO


Menjadikan konten tersebut sebagai tujuan dari internal link konten lain yang relevan. Membantu dengan menjadikannya tujuan link building. Mintalah kepada website partner untuk membuat konten backlink dengan anchor text tertentu yang berhubungan dengan LSI keyword yang Anda targetkan.


Cara ini juga bisa diterapkan untuk kata kunci utama.


Kesimpulan

Infografis LSI Keyword Blog Naseonal

Infografis Naseonal Apa itu LSI Keyword

Inilah penjelasan lengkap apa itu LSI keyword. Dari penjelasan di atas, dapat kita pahami bahwa LSI keyword jauh lebih kuat dibandingkan dengan keyword density. LSI keyword adalah latent semantic indexing keyword. Kata kunci yang memiliki hubungan semantik yang kuat.


Baca Juga: Benarkah Konten AI Tidak Baik untuk SEO?


Akhir kata, admin Naseonal.com mengucapkan terima kasih kepada para pembaca karena sudah membaca artikel "Apa itu LSI Keyword? Manfaat, Contoh Nyata, Cara dan Tips Penggunaannya" sampai akhir.


Apabila Anda terbantu dengan penjelasan ini, admin berharap Anda juga dapat membagikannya kepada teman atau orang lain yang sekiranya membutuhkan.


Instagram Stories Naseonal

Share IG Stories Blog Naseonal

"Silakan gunakan gambar di atas jika berminat untuk share konten ini di Instagram Stories. Beritahu admin di kolom komentar apabila Anda sudah share di atas agar admin dapat melakukan hal yang sama untuk blog Anda".

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Tulis comments

Berikan komentar yang sopan dan jauh dari kata SARA

Back to Top