Minggu, 05 Juli 2026

Apa Hukumnya Membeli Backlink? Simak Penjelasan Lengkapnya di Sini!

Apa Hukumnya Membeli Backlink?

Apa Hukumnya Membeli Backlink?

Off-Page SEO adalah strategi SEO yang seluruh langkahnya dilakukan di luar website utama. Media yang digunakan biasanya berupa website alternatif, media sosial, atau platform informasi lainnya.


Strategi ini sering dijalankan untuk meningkatkan jangkauan audiens, jangkauan pemasaran terutama pada audiens tertarget, dan meningkatkan kredibilitas bisnis. Di dalam strategi ini, Anda akan menemukan banyak teknik turunannya.


Satu di antara sekian banyak turunan teknik Off-Page SEO adalah backlink. Backlink adalah link pada suatu website yang mengarahkan pengunjungnya ke website lain. Teknik ini menjadi fondasi dasar dari link building.


Baca Juga: Rekomendasi Tools Mencari Backlink Terbaik


Backlink dapat kita pelajari dalam banyak jenis. Berdasarkan klasifikasi tipe atributnya, backlink dapat dipahami dalam empat jenis utama. Empat jenis tersebut adalah dofollow, nofollow, UGC, dan sponsored.


Setiap jenis backlink ini memiliki keunggulannya masing-masing. Contohnya backlink dofollow yang tidak hanya ampuh untuk meningkatkan traffic website tetapi juga ampuh membantu konten website tertaut untuk terindeks dan ranking.


Jenis backlink inilah yang paling banyak dicari oleh pebisnis. Bahkan admin pernah mendapatkan klien yang ngotot untuk mendapatkan backlink dengan tipe ini karena menganggap backlink ini sangat powerful.


Anggapan ini tentu saja tidak salah, dengan catatan, tidak meremehkan backlink bertipe nofollow, UGC, dan sponsored. Keunggulan backlink dofollow yang seperti ini menjadikannya backlink yang cenderung sulit didapatkan.


Dulu, untuk mendapatkan backlink dofollow, terutama dari media atau blog yang relevan dan kredibel, seseorang harus dapat membuat websitenya terkenal dan kredibel terlebih dahulu.


Jika website sudah sampai pada tahap tersebut, backlink dari media atau blog yang relevan dan kredibel bisa dengan mudah didapatkan. Ya, ini seperti website Anda yang menjadi referensi konten website lain.


Backlink seperti inilah yang disukai oleh Google.


Sayangnya, membangun website yang terkenal dan kredibel, bukanlah perkara yang mudah. Diperlukan proses yang panjang sebelum akhirnya website Anda dapat menjadi referensi untuk konten website lain di niche yang sama.


Seiring berkembangnya zaman, backlink dofollow kini bisa dengan mudah didapatkan. Bahkan website bisnis yang baru muncul saja bisa dengan mudah mendapatkan backlink dofollow. Ya, saat ini kita bisa membeli backlink dofollow dari website relevan dan kredibel dengan mudah.


Ada banyak platform yang menyediakan layanan jual beli backlink dofollow. Seedbacklink, Raja Backlink, Backlink.co.id, dan lain-lain. Yang menjadi pertanyaan adalah, bolehkah transaksi jual beli backlink ini dilakukan?


Apa dampaknya untuk SEO website? Dua pertanyaan ini akan menjadi fokus pembahasan kita di dalam artikel. Penasaran seperti apa penjelasan lengkapnya? Silakan simak baik-baik artikel ini ya!


Kebijakan Google Soal Jual Beli Backlink

Spam Policies Website Google

Spam policies for Google web search

Dalam catatan dokumentasi Spam Policies for Google Web Search, Google secara terang-terangan melarang praktik jual beli backlink. Google menganggap tindakan ini sebagai tindakan melanggar aturan dan bertujuan untuk memanipulasi ranking.


Baca Juga: Kriteria Backlink Berkualitas Tinggi


Jika kita coba menelaah lebih dalam dari POV Google, membeli backlink sama halnya dengan membayar seseorang untuk mengatakan produk Anda bagus, tanpa seseorang itu tahu apakah produk Anda memang bagus atau tidak sama sekali.


Seperti yang sudah dijelaskan di awal artikel, Google lebih suka backlink yang didapatkan dari cara yang natural. Didapatkan sebagai bentuk pemberian referensi konten.


Dari sini, mungkin timbul sebuah pertanyaan, dari mana Google tahu backlink yang didapatkan sebuah website berasal dari transaksi jual beli atau tidak?


AI overview dari query "Apakah Google tahu backlink didapatkan dari cara beli atau tidak?" menjelaskan bahwa Google tahu. Google tahu dari beberapa tanda khusus. Tanda tersebut seperti:


- Pola backlink yang didapatkan tidak wajar, misalnya website mendapatkan backlink dari banyak website dalam waktu yang singkat.


- Perbedaan niche website pemberi backlink dengan website penerima backlink.


- Didapatkan dari PBN (private blog network).


- Atribut backlink yang didapatkan tidak bertipe nofollow, sponsored, atau UGC.


Lalu, apakah ini artinya jual beli backlink, terutama backlink dengan tipe dofollow tidak boleh dilakukan? Tahun 2019 lalu, Google meluncurkan tipe atribut relations baru yakni sponsored dan ugc.


Dua tipe ini dihadirkan sebagai bentuk pemahaman Google akan transaksi jual beli backlink untuk tujuan periklanan dan sponsor. Google tidak lagi melarang transaksi jual beli backlink asalkan atribut relations yang diberikan bernilai nofollow atau sponsored.


Apakah Ini Artinya Backlink Dofollow Tidak Boleh Dibeli Sama Sekali?


Admin tidak bisa memberikan jawaban yang pasti. Yang perlu Anda pahami bahwa transaksi jual beli backlink dofollow memiliki risikonya tersendiri.


Baca Juga: Cara Memberikan Backlink yang Baik


Tetapi, jika Anda bertanya tentang bagaimana caranya membeli backlink dofollow yang aman, admin punya tips dan triknya.


Tips dan trik tersebut yakni:


- Memastikan website pemberi backlink memiliki niche konten yang relevan.


- Website pemberi backlink aktif memproduksi konten berkualitas secara berkala. Tidak ada unsur negatif di dalamnya.


- Spam score dari website pemberi backlink rendah. Anda dapat menggunakan tool seperti Website SEO Checker, DA PA Checker, Spamhaus Domain Reputation, atau Linkody.


- Memastikan website pemberi backlink memiliki performa SEO yang baik. Anda bisa menggunakan metrik authority score, search traffic, dan organic keyword sebagai patokan.


Misalnya Authority Score website pemberi backlink minimal berada di angka 10, search traffic minimal berada di angka 500 per bulan, dan organic keyword berada di angka 100. Tentu saja angka ini dapat menyesuaikan kebutuhan Anda.


- Menghindari membeli backlink dari domain yang sama berulang kali. Lakukan penjadwalan pembelian konten backlink yang unik, misal empat kali dalam sebulan.


- Pastikan pemberian anchor text dalam konten backlink wajar dan tidak memberikan kesan spam. 


Kesimpulan

Infografis Konten Hukum Membeli Backlink Naseonal

Infografis - Apa Hukumnya Membeli Backlink

Inilah penjelasan lengkap tentang pembelian backlink terutama yang bertipe dofollow.


Pembelian backlink dengan tipe ini sebenarnya tidak disarankan, tetapi dapat dilakukan dengan mengikuti tips dan trik tertentu guna meminimalisir dampak terburuk.


Khusus Teman Blogger di Grup WhatsApp I'am Blogger

Instagram Stories Naseonal - Hukum Membeli Backlink

Share IG Konten Stories Naseonal

Teruntuk satu orang yang dapat memberikan komentar menarik dan relevan berkaitan dengan isi konten di atas, admin akan sharing konten blog Anda dengan desain Instagram Stories di atas di Instagram pribadi @andrimarzaakhda dan @nikunews.

Show comments
Hide comments
27 komentar:
Tulis comments
  1. Kalau saya bisa buat simpulan sederhana, kurang lebih berarti : boleh-boleh saja, tapi do at your own risk. Begitu kah mas? hihihi.

    Dari sisi pengiklan, aku sih bisa nangkep yaaa gimana strategi jual beli ini. Dan aku pribadi, pasti akan mengutamakan blog dengan niche yang sesuai.
    Masalahnyaaa.. gak semua pengiklan begitu. Adakalanya aku dapet job, artikelnya gak sesuai. Tapi yaaa.. in this economy, hajar aja hahaha. Toh, tinggal copas2 aja. Yang pasti aku mah kasih label 'Sponsored', biar gak mengganggu pembaca.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali mas. Sebagai publisher, kalau kebanyakan nolak takutnya kita malah diberi black list

      Hapus
  2. Nah, nah ini masMin...Sebenarnya kalau antar blogger gini, lebih suka kalau modelnya tuker backlink gitu. Karena lebih aman buat situs juga.

    Cuma kan kalau sistem beli backlink kayak sponsored post, juga kadang yang beli nggak tahu dampaknya ke situs kita. Pokok asal untung sana.

    Pengalaman juga, mereka mau naruh 4 link berbeda gitu ke situsku, g boleh ada link internal yg ganggu link mereka. Kan syulit sekali ya itu..Ya wes akhirnya tertolak sudah.. Emang bukan rezeki yak.. 🥲

    BalasHapus
  3. Saya malah belum faham apa itu backlink euy... udah baca bulak balik juga ngga faham - faham, maklum faktor U kali yah.
    tapi ini yang bikin penasaran sih, banyak blogger yang di blognya ada banner backlink, masih nyari penjelasan dengan bahasa yang awam, biar saya faham, hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar mas Fajar sudah menjawab pertanyaan Mang Duyeh.

      Hapus
  4. Bener gak sih ngasih backlink dari satu artikel kita itu kalau keluar kasih stau backlink, itu minimal harus ada tiga backlink ke dalam (ngelink ke artikel dalam blog kita sendiri?)

    Selama ini saya asal aja kalau menyematkan backlink, gak pernah ngecek satu Niche atau engak. Yg pasti semuanya bisa diklik. Hehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maksudnya internal link ya Kak? Tidak juga. Berikan sesuai porsi artikelnya saja.

      Hapus
  5. Sangat mencerahkaaannn. Jujur aja tapi sempat deg-degan waktu baca judulnya, sebagai pelaku yang ada di industri ini ya penasaran banget kan.

    Memang banyak yang masih fobia atau malah asal-asalan beli backlink tanpa mikirin dampaknya ke SEO. Menarik banget pas bahas transisi Google di 2019 yang mulai 'maklum' sama transaksi ini lewat atribut sponsored dan ugc. Beneran Google tuh kalau kita 'akalin', mereka akan bikin sesuatu yang lebih pinter, bikin kita ngulik belajar terus.

    Jadi intinya bukan mutlak gak boleh ya, tapi gimana kita main cantik dan tetep natural di mata Google ya. Ditunggu ulasan studi kasus-nya kalau ada lagi.

    BalasHapus
  6. Jadi, pembaca menyimpulkan bahwa jual beli backlink itu boleh-boleh saja, dengan catatan harus tau trik serta cara tepatnya. Terutama terkait kesesuaian Niche, sangat penting dan krusial pake banget nih.

    Terlepas dari backlink yang dibeli, kalau bisa emang senatural mungkin yang bisa saling tukar backlink serta inline Niche nya biar kualitas blog pun tetap aman terjaga di mata google, ngakalin google itu susah. Yuk lah fokus ke kualitas konten, jaga spam score, dan tingkatkan SEO.

    BalasHapus
  7. Zaman2 masih sering sponsored post dulu tu keknya Google juga ngebaca kali ya, ooo web ini tiba2 dapat banyak backlink.
    Jujur aku pun pengen juga sih sebenarnya beli buat mendongkrak blogku yang sekarang rankingnya anjlok, tapi yaa gimana ya, karena blog lagi lesu juga masih maju mundur.
    Hmm, jadi kalau mau misalnya diakalin jangan impulsif banget ya maksain banyak platform kasi backlink. Eh beli banyak2 pun duitnya dari mana haha, keknya media2 besar atau web2 perusahaan nih yang ada duitnya.
    Kita mah bloger2 palingan ya bikin konten berkualitas atau arisan backlink haha. Ini pun nggak tahu deh bisa dibilang dapat mendongkrak atau nggak, namanya juga usaha =))

    BalasHapus
  8. Ouwww jadi paham deh sekarang.
    Ternyata begitu ya kiat utk ber-backlink ria atau ndak.
    baiklaahhh ini bisa jadi panduan life hacks buat para bloger 🫰
    Tingkyu!

    BalasHapus
  9. Jadi membeli backlink dofollow bukan praktik yang direkomendasikan oleh Google ya, Mas Andri. Karena berisiko melanggar pedoman pencarian. Kalaupun tetap mau dilakukan, sebaiknya dilakukan secara selektif, wajar, dan berfokus pada kualitas untuk meminimalkan risiko.

    Terima kasih banget ya penjelasannya. Saya jadi lebih paham bagaimana menyikapi praktik ini tanpa mengabaikan pedoman Google.

    BalasHapus
  10. Beli backlink tapi berkualitas kek nya masih aman sih ya, karena jadi penunjang buat website yang sedang dibangun pastinya, biar lebih mantep SEO-nya dan mudah untuk ditemukan di mesin telusur juga. Jadi kalau bisa ya jangan asal pasang sih, lebih cerdas buat menyikapinya

    BalasHapus
  11. Pembahasan soal beli backlink ini memang selalu jadi perdebatan seru di dunia SEO. Setuju banget, Google sekarang makin pintar melacak pola link yang tidak natural. Tapi di lapangan, trik ini memang masih sering dipakai buat mendongkrak ranking dengan cepat, asalkan eksekusinya rapi dan tidak asal tabrak niche.

    BalasHapus
  12. Ternyata membeli backlink dofollow tidak dianjurkan ya. tapi hampir semua job yang saya dapat itu, mintanya dofollow. Ya, karena artikel sudah disediakan, dan begitu posting langsung dibayar, saya oke saja hehehe.

    BalasHapus
  13. Berhubung ga pernah melakukan ini, ga pernah nulis sponsor, ga pernah tukeran link, jadi jujur seperti mudeng tp mungkin ga terlalu paham alurnya. Palingan aku biasa lihat teman2 attach link dari teman lainnya, walaupun terkadang Niche ga sama.

    Yg begitu seharusnya ga disarankan yaa?

    Semoga aja teman2 yg masih membeli backlink DoFollow juga sadar sekarang resikonya. Sehingga nantinya ga merugikan blog sendiri

    BalasHapus
  14. Serba salah jg sih ya. Meski skrg tuh pengiklan jg pilih2 bgt buat naruh backlink. Mereka jg pny niche sendiri buat naruh backlink-nya. Kita yg all niche aja jd serba salah. Mau ambil, takut nurunin ranking dan performa blog kita. Ga diambil ya sayang duitnya. Wkwk

    Pokoknya kita tahu lah ya risiko pasang backlink. Kalo mau blog kita ttp bgs ya hrs seleksi yg pasang backlink. Jgn asal Terima aja ntr takutnya malah web spam yg pasti nurunin performa blog kita. Tetap pantau aja meski sdh pasang backlink ya.

    BalasHapus
  15. Ini sebuah Dilema sih yang dihadapi oleh banyak blogger yang websitenya dilirik untuk nitip pembelian backlink Tapi menurut saya kembali lagi kepada masing-masing apakah manfaatnya lebih besar daripada kerugiannya apalagi banyak yang mengharapkan cuan dari blog dan ini adalah salah satu peluang yang bisa dicari

    BalasHapus
  16. Kalau dalam dunia blogger sebenarnya bukan hal baru ya beli backlink atau yang sering disebut job placement ini. Bahkan ini menjadi salah satu sumber penghasilan blogger. Cuma ternyata bukan hal yang direkomendasikan juga ya sama Google. Dan ada beberapa hal yang harus diperhatikan

    BalasHapus
  17. Jual beli backlink untuk website memang ada pro dan kontra ya
    Sebenarnya boleh aja, tapi tentu saja bukan sembarangan backlink ya

    BalasHapus
  18. Sudah lama ngga memperhatikan tentang backlink sejak ngeblog suka-suka tapi lega juga kalau jual beli backlink sah saja asal jangan borongan ya biar nggak dicurigai Google

    BalasHapus
  19. Jadi jual beli backlink boleh-boleh aja ya. Asal tau triknya. Dan lebih bagus kalau yang nichenya sesuai. Tapi sering juga sih terima sponsored post yang nggak sesuai niche blogku. Untungnya blogku isinya emang gado-gado banget 😅

    Terima kasih untuk penjelasannya. Jadi pelajaran baru buat saya.

    BalasHapus
  20. Aku pikir hal yang wajar, jual-beli backlink..
    Tapi ternyata tetep kudu ada do's and donts' nya yaa...
    Dan kalau kita menjaga ini, semoga website yang dirawat bisa terus bertumbuh dengan baik dan di notis sama kaka google sebagai web terpercaya dan aman.

    BalasHapus
  21. Makanya saat ini saya juga pilih2 backlink mana yg bagus buat doffolow dari website jual beli ini. Jangan sampe blog kita dirugikan hanya karena harga backlink yang menggiurkan tapi kualitasnya kurang

    BalasHapus
  22. Jadi sebenarnya kita harus hati2 juga bila terima job spinsor post yg resikonya bisa menurunkan performa.blog ya. Mungkin ini juga salah satu sebab diblog yg saat ini menurun performanya.

    BalasHapus
  23. Bertahun-tahun ngeblog, daku belum pernah beli backlink nih. Ternyata malah kurang disarankan ya. Paling banter kami sesama bloger tukeran backlink, tentu saja dengan artikel atau niche yang serupa.

    BalasHapus
  24. Banyak ya sekarang beli backlink
    Akhirnya blognya mati di tengah jalan karena backlink-nya juga kena masalah
    Memang belajar SEO itu seperti itu
    Suka cari simpel padahal ya berdasarkan trial and error juga

    BalasHapus

Berikan komentar yang sopan dan jauh dari kata SARA

Back to Top